Friday, September 11, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYBukan Sekadar Jalan-Jalan, 277 Siswa Mudipat Belajar dari Burung hingga Pesawat

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, 277 Siswa Mudipat Belajar dari Burung hingga Pesawat

MUDAIPAT.CO – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Bagi 277 siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya , Selasa (8/9/2026), menjadi hari untuk belajar sambil bermain, bereksplorasi, dan mengalami langsung berbagai hal yang selama ini hanya mereka dengar dari guru. 

Siswa Kelas 1-A hingga 1-I mengikuti Fun Outing Class (FOC) dengan tujuan Taman Pintar dan Museum Penerbangan TNI AL R. B. E. O. Tjokroadiredjo Juanda. Sejak beberapa hari sebelumnya, antusiasme sudah terasa.

Berbagai pertanyaan bermunculan. Apa itu FOC? Ke mana mereka akan pergi? Apa saja yang akan dilakukan? Dan, tentu saja, pengalaman apa yang akan mereka bawa pulang?

Antusiasme itu terlihat sejak pagi. Tak satu pun siswa datang terlambat, meski waktu kedatangan berbeda dari jadwal sekolah biasanya yang paling lambat pukul 07.00 WIB.

Sembilan bus kemudian membawa rombongan siswa menuju lokasi kegiatan. Beriringan seperti sebuah konvoi, perjalanan itu sekaligus menjadi pengalaman baru bagi sebagian siswa kelas 1.

Sesampainya di Taman Pintar, sembilan kelas dibagi menjadi tiga kelompok besar. Masing-masing kelompok terdiri atas tiga kelas dan mengikuti rangkaian aktivitas edukatif secara bergantian.

Ada tiga kegiatan utama yang diikuti siswa. Pertama, sinema edukasi, yakni menonton film pendek inspiratif tentang pentingnya kerja sama.

Kedua, literasi dan kreativitas. Siswa diajak mengunjungi perpustakaan, mewarnai, serta mengenal berbagai jenis satwa. Ketiga, aksi interaktif, berupa aktivitas di playground sekaligus berinteraksi langsung dengan alam.

Salah satu momen yang paling mengundang keriuhan terjadi ketika siswa memberi makan  burung merpati.

Masing-masing anak mendapat segenggam biji jagung. Begitu tangan mereka terbuka,  burung-burung merpati pun berhamburan mendekat. 

PesanTiket Safari

Teriakan spontan langsung pecah. Ada siswa yang mundur karena takut. Namun, lebih banyak yang justru tertawa dan girang melihat burung-burung berebut mendekati mereka.

Ketika biji jagung habis, pemandu mengajak anak-anak bertepuk tangan. Seolah memahami tanda itu, burung-burung kemudian terbang kembali ke sangkarnya.

Dari pengalaman sederhana tersebut, anak-anak tidak sekadar bermain. Mereka belajar berinteraksi dengan makhluk hidup dan lingkungan melalui pengalaman langsung.

Usai mengeksplorasi Taman Pintar, petualangan berlanjut ke Museum Penerbangan TNI AL R. B. E. O. Tjokroadiredjo Juanda.

Di tempat ini, siswa diperkenalkan pada sejarah kedirgantaraan melalui koleksi pesawat dan berbagai perlengkapan militer yang dipamerkan.

Namun, yang paling menarik perhatian anak-anak tentu saja kesempatan menaiki badan pesawat.

Senyum dan teriakan kegembiraan pun kembali terdengar.

“Ustadzah, aku mau pergi ke Jepang, da… da…,” teriak riang Rasya Alvaro Bayuandra, siswa Kelas 1-G, ketika menaiki tangga menuju pesawat sembari melambaikan tangan.

Bagi Rasya dan teman-temannya, pesawat yang selama ini mungkin hanya dilihat dari kejauhan kini bisa disentuh dan dimasuki secara langsung. 

SewaPesawat Jet

Pemandu pun membuat pengalaman tersebut semakin menarik. Ia berperan layaknya pramugari dan menjelaskan berbagai hal yang perlu dilakukan penumpang ketika berada di dalam pesawat.

Mulai dari cara memasang hingga melepas sabuk pengaman, semuanya diperagakan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Para siswa tampak menikmati setiap prosesnya. Bahkan, pengalaman menaiki pesawat tersebut memunculkan harapan sederhana: suatu hari mereka benar-benar bisa terbang menuju tempat yang mereka impikan.

Kegiatan FOC ini menunjukkan bahwa pembelajaran bagi anak usia dini dapat dibangun melalui pengalaman yang menyenangkan.

Mereka tidak hanya menerima pengetahuan dari buku dan penjelasan guru, tetapi juga melihat, menyentuh, mencoba, dan merasakan secara langsung.

Dari memberi makan burung hingga menaiki pesawat, perjalanan sehari itu menjadi ruang belajar yang membuat pengetahuan terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka. (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular