Sunday, September 6, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMudipat Gelar Workshop Pembuatan Administrasi Kelas Anti Ruwet bersama Ahli

Mudipat Gelar Workshop Pembuatan Administrasi Kelas Anti Ruwet bersama Ahli

MUDIPAT.CO – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)  membuka peluang baru bagi guru untuk bekerja lebih efektif, kreatif, dan produktif. Semangat tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Pembuatan Administrasi Kelas dengan Bantuan AI yang diselenggarakan di  SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan ini berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di  Ahmad Dahlan Education Center ini menghadirkan Bapak Sugeng Setiyo Budi, S.Th.I sebagai pemateri. Workshop yang dihadiri oleh 25 guru ini dirancang bukan sekadar mengenalkan kecanggihan AI, tetapi mengajak guru mengalami secara langsung bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyederhanakan pekerjaan administrasi pembelajaran.

Sejak awal kegiatan, peserta diajak unutuk memahami bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, AI dapat menjadi asisten yang membantu guru menghemat waktu, mengembangkan ide, sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran.

Salah satu materi utama yang mendapatkan perhatian peserta adalah pengenalan dan pemanfaatan Gemini serta NotebookLM. Melalui Gemini, peserta diperkenalkan pada cara memberikan instruksi atau prompt yang efektif sehingga AI mampu membantu menghasilkan berbagai kebutuhan pembelajaran. Guru tidak hanya belajar bagaimana “bertanya kepada AI”, tetapi juga bagaimana membuat aplikasi Perencanaan Pembelajaran Mendalam yang bisa diaplikasikan untuk semua mata pelajaran.

Sementara itu, NotebookLM diperkenalkan sebagai alat yang dapat membantu guru bekerja berdasarkan sumber atau dokumen yang dimiliki. Sehingga Website AI ini juga bisai dijadikan sebagai asisten belajar guru untuk membuat rengkuman, infografis, kuis, presentasi dan berbagai kebutuhan lainnya untuk pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat diarahkan agar lebih relevan dengan bahan pembelajaran yang benar-benar digunakan oleh guru, bukan sekadar menghasilkan informasi secara umum.

Hasil yang dibuat dalam workshop tidak berhenti sebagai dokumen digital. Guru juga mempelajari bagaimana  mengubah hasil perencanaan tersebut menjadi file yang siap dicetak. Tak hanya sampai disitu, peserta juga diajarkan untuk berbagi hasilnya dengan mudah kepada guru lain. Sehingga workshop ini memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi.

Workshop ini sekaligus membawa pesan bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya dengan mengenalkan berbagai perangkat teknologi. Guru perlu memiliki  literasi AI, yaitu kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan mengarahkan teknologi secara bijak sesuai kebutuhan pembelajaran.
“AI hanyalah alat. Guru tetap menjadi pengambil keputusan utama.” Ucap pemateri. 

AI dapat membantu mencari ide, mengolah informasi, menyusun rancangan, dan mempercepat pekerjaan, tetapi kualitas akhir tetap bergantung pada kemampuan guru dalam memberikan konteks, melakukan verifikasi, serta menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik.

Melalui workshop ini, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya terus mendorong guru untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman. (Mei Windasari/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular