Friday, September 11, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYAbah Sholihin: Jangan Pernah Malas atau Lelah Berdoa, Tidak Ada Doa yang...

Abah Sholihin: Jangan Pernah Malas atau Lelah Berdoa, Tidak Ada Doa yang Sia-sia!

MUDIPAT.CO – Kajian rutin tafsir Al-Qur’an bagi seluruh karyawan dan guru SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya diselenggarakan pada Jumat (11/9/2026). Kajian yang diampu oleh Dr. H. M. Sholihin, S.Ag., M.PSDM. ini berfokus mengupas Surat Al-An’am ayat 40–41.

Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Abah Sholihin menjelaskan bahwa ayat ke-40 berisi perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan umatnya tentang datangnya siksaan Allah serta pentingnya menjaga keesaan-Nya.

“Ya karena tugas Rasul adalah menyampaikan risalah Allah kepada umat melalui perantara Malaikat Jibril,” ujar Ustadz Sholihin.

Ia menambahkan bahwa tugas menyampaikan kebaikan ini juga melekat pada profesi guru. Sebagai pendidik, guru tidak hanya bertugas mengajarkan materi pelajaran di kelas, tetapi juga wajib menyampaikan nasihat-nasihat kebaikan kepada para murid.

Melanjutkan pembahasan ke ayat 41, Ustadz Sholihin menekankan bahwa Allah SWT Maha Kuasa untuk memberikan pertolongan sekaligus menghindarkan manusia dari berbagai bahaya dan musibah. Kunci utamanya sangat sederhana, yaitu melalui doa.

“Jangan pernah malas atau lelah berdoa. Berdoalah sebanyak-banyaknya,” tegasnya. Menurut para ulama, doa yang dipanjatkan seorang hamba tidak akan pernah sia-sia, pilihannya dikabulkan di dunia dan akhirat, atau diganti dengan takdir yang lebih baik.

Agar doa dikabulkan, Ustadz Sholihin membagikan tips utama, yakni menjauhi segala bentuk perbuatan syirik. Ia pun merinci empat jenis syirik yang wajib diwaspadai menurut para ulama, yaitu pertama, syirik khafi (samar/kecil) yaitu syirik yang tidak terlihat jelas, seperti sifat riya’ (pamer ibadah) atau menjadikan ayat Al-Qur’an sebagai jimat.

Kedua, syirik jali (nyata) yaintu syirik yang terlihat jelas, seperti menyembah atau meminta pertolongan di kuburan, meyakini makam orang saleh tersebut sebagai perantara terkabulnya doa.

Ketiga, syirik uluhiyah yaitu mengagungkan atau melakukan ritual khusus pada waktu-waktu tertentu yang dikeramatkan, seperti ritual pada malam Jumat Kliwon. Keempat, syirik rububiyah, yaitu meyakini benda-benda tertentu memiliki kekuatan untuk melindungi diri, seperti percaya pada kesaktian keris atau benda keramat. (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular