MUDIPAT.CO – “Pada Bulan Ramadhan ini, mari kita lakukan semua ibadah dengan penuh keimaman, ketaqwaan, dan semangat. Di puasa ini kita harus banyak berbuat baik. Karena Allah SWT akan melimpahkan pahala untuk kita.”
Demikian disampaikan Ustadz Edy Susanto MPd, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) saat membuka Darul Arqam kelas 3 dan 4 yang diadakan SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Rabu (25/2/2026). Acara diikuti seluruh siswa kelas 3 dan 4. Kafilah putra berlangsung di Auditorium TMB, sedangkan kafilah putri di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat. Kegiatan akan berlangsung hingga Jum’at (27/2/2026). Semua siswa kelas 3 dan 4 dikarantina di sekolah dengan diberi bekal materi-materi wawasan keislaman.
Darul Arqam siswa itu memberi kesan membahagiakan bagi semua. Siswa siswi berbalut busana muslim Muslimah gegap gempita mengikuti acara yang mengusung tema Bertaqwa berdaya dan berempati di bulan suci. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter islami, meningkatkan ibadah, dan menanamkan kebiasaan baik selama bulan suci Ramadhan.

Ustadz Edy Susanto mengatakan, Puasa Ramadhan yang memberi pahala adalah langsung Allah. Allah tahu puasa yang serius dan puasa yang hanya main-main. “Kata Allah, ini puasanya hanya main-main, puasa tapi nyakitin orang lain, puasa tapi marah-marah kepada orang tua, dan lainnya. Itulah puasa yang tidak akan dapat pahala hanya dapat lapar dan haus,” ucapnya.
Dijelaskan, saat puasa kalau tidur masih dapat pahala. Tapi kalau saat puasa masih melakukan hal positif lebih dapat pahala yang banyak. Makanya shalatnya tepat waktu berjamaah, sholatnya khusyuk, tumaknina (pelan-pelan).
Makna tema Darul Arqam adalah berdaya, yang artinya anak Mudipat harus bersemangat dalam menjalankan puasa dan sunah-sunahnya. Shalat tarawih, berbagi makanan dan sebagainya. Berempati itu sedekah. Punya makanan lebih harus dibagikan ke orang lain. Kepada saudara, ke tetangga, orang di jalan.

“Ini ada program sekolah yang baik, yaitu parsel untuk fakir miskin. Anak-aak harus ikut serta. Berbagi itu melatih kita berempati. Merasakan penderitaan orang lain,” jelas kepala sekolah asli Nganjuk itu.
“Dengan demikian kita bisa merasakan penderitaan orang lain. Kita enak banyak kebaikan dari Allah. Sekolah naik mobil makan tidak Kurang. Mereka kekurangan. Beribadah dengan baik di bulan suci. Jangan nodai dengan kegiatan buruk. Pesan ustadz Edy sholat tarawih yang rajin, sholatnya di masjid,” pungkas ayah dua anak itu. (Mul)


