MUDIPAT.CO – Bahwa soal-soal numerasi tidak boleh sekadar berupa angka teoritis. Sebaliknya, pembuatan soal harus berpijak pada konteks nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
Demikian disampaikan materi inti mengenai esensi numerasi dalam asesmen modern oleh narasumber ahli dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Ria Pusvita Sari, M.Pd. dalam Workshop Pembuatan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) di Hotel Arayana Trawas, Mojokerto pada 22 Juni 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 110 guru dan karyawan yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias. Selama dua hari, pelatihan ini ditargetkan mampu menyamakan persepsi dan meningkatkan mutu evaluasi akademik.
Dalam penjabarannya, perempuan yang akrab disapa Vita tersebut menjelaskan bahwa konteks numerasi yang ideal harus mencakup aspek sosial budaya, lingkungan, sains, serta keilmuan matematika itu sendiri. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk melihat bagaimana matematika berfungsi sebagai alat bantu di dunia nyata. Hal ini bertujuan agar matematika tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang abstrak, melainkan ilmu yang aplikatif dan relevan.
Selain masalah konteks, Fasilitator Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Buatan ini juga mengupas tuntas struktur level kognitif dalam matematika. Vita membaginya ke dalam tiga tahapan utama yang wajib dipahami oleh para guru, yaitu pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Ketiga level ini menjadi fondasi penting agar soal yang dibuat memiliki gradasi kesulitan yang terukur dan mampu menguji kemampuan berpikir kritis siswa.
“Pada level pemahaman, siswa diuji kemampuannya dalam mengingat konsep dasar, rumus, dan fakta matematika. Selanjutnya, level aplikasi menuntut siswa untuk mampu menerapkan konsep-konsep tersebut dalam menyelesaikan masalah yang terstruktur. Terakhir, level penalaran menjadi kasta tertinggi di mana siswa ditantang menggunakan logika untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan situasi baru yang lebih kompleks.” jelas mantan Kepala SD Muhammadiyah Manyar Gresik Jawa Timur itu.
Pendampingan intensif dari Vita dan narasumber kedua, Kazue Salsabella Rachelinda, S.Pd., C.M.C., di materi Literasi, seluruh peserta langsung mempraktikkan teori tersebut dalam penyusunan draf soal. Workshop ini diharapkan mampu melahirkan bank soal TKA yang bermutu tinggi. Dengan demikian, standar evaluasi akademik di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (mul)


