Sunday, June 28, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYTausiyah Ramadhan Mudipat: Mengupas Kedalaman Makna Keberkahan di Bulan Ramadhan

Tausiyah Ramadhan Mudipat: Mengupas Kedalaman Makna Keberkahan di Bulan Ramadhan

MUDIPAT.CO – Semarak bulan suci Ramadhan 1447H di SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menghadirkan program istimewa yaitu Tausiyah Ramadhan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube MudipatTV. Pada Senin, 23 Februari 2026, program ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. H. Imam Syaukani, MA., Wakil Ketua PDM Kota Surabaya.

Acara dibuka dengan manis oleh penampilan grup Nasyid siswi Mudipat. Harmoni suara merdu mereka berhasil menghangatkan suasana dan membangun kekhidmatan sebelum memasuki sesi materi inti.

Dalam tausiyah bertema “Keberkahan Ramadhan dalam Rumah Tangga”, Ustad Imam Syaukani menjelaskan bahwa kunci utama kebahagiaan keluarga adalah Barokah atau Ziyadatun Khair (bertambahnya kebaikan).

Beliau mengingatkan kembali doa Rasulullah SAW yang meminta keberkahan sejak bulan Rajab hingga Ramadhan. Di bulan Rajab sendiri, umat Islam menerima kado agung berupa perintah sholat melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

“Rasulullah berdoa dengan pengantar kalender Hijriah, dan hanya satu yang diminta: keberkahan,” jelas Ustad Imam Syaukani.

Satu pesan kuat yang disampaikan adalah pentingnya menghidupkan ibadah di dalam rumah. Ustad Imam Syaukani mengutip sabda Nabi agar kita tidak menjadikan rumah seperti kuburan.

“Sholat fardhu memang utama di masjid, tapi sholat sunnah seperti Tahajud, Dhuha, dan Tarawih (Qiyamu Ramadhan) sangat dianjurkan dilakukan di rumah. Rumah yang sering dipakai sujud akan terasa aman, tentram, dan membuat penghuninya betah (kerasan),” urai beliau.

Beliau juga berpesan agar orang tua waspada jika anak-anak lebih betah menghabiskan waktu di kedai kopi daripada di rumah sendiri. “Itu waktunya kita muhasabah atau evaluasi diri. Mungkin rumah kita kurang ‘bercahaya’ karena jarang digunakan untuk ibadah bersama,” tambahnya.

Bagi keluarga yang mendambakan kebahagiaan, Ustad Imam Syaukani membagikan sebuah doa indah dari Rasulullah SAW yang terdapat dalam Hadist. Doa ini biasa dipanjatkan Nabi di dalam rumahnya pada malam hari:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي، وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, dan berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepadaku.”

Menurut beliau, kata “lapang” di sini bukan berarti rumah harus mewah atau besar secara fisik, melainkan hati penghuninya yang dibuat lapang, rukun, dan damai oleh Allah SWT.

Di sesi tanya jawab, muncul pertanyaan menarik, “Bagaimana mengajak anak sholat dan puasa tanpa paksaan?”

Jawaban Ustad Imam Syaukani sangat menyentuh. Beliau menjelaskan bahwa semua perintah Allah sebenarnya adalah bentuk kasih sayang-Nya untuk kebaikan manusia sendiri. Jika orang tua bisa menanamkan pemahaman bahwa ibadah adalah sebuah “kebutuhan” dan “bentuk cinta”, maka anak-anak akan menjalaninya dengan riang gembira.

Tausiyah ditutup dengan ajakan untuk menjaga adab harian, mulai dari berdoa saat keluar-masuk rumah, membaca basmalah sebelum makan, hingga menjaga etika di kamar mandi.

Harapan besar dari materi hari ini adalah agar kita semua bisa menjadi pribadi yang diberkahi. “Orang yang berkah itu cirinya adalah semakin tua, semakin aktif ibadahnya dan semakin banyak manfaatnya bagi orang lain. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai pintu untuk menjemput keberkahan di rumah kita masing-masing,” pungkas beliau. (Natasya/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular