Sunday, July 12, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMajalah Arbaa Dapat Pujian Wakil Direktur Media dan Publikasi Suara Muhammadiyah

Majalah Arbaa Dapat Pujian Wakil Direktur Media dan Publikasi Suara Muhammadiyah

MUDIPAT.CO-Majalah Arbaa yang diterbitkan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya mendapat pujian dari Ganjar Sri Husodo Wakil Direktur Media dan Publikasi Suara Muhammadiyah (SM).

Dalam Kunjungan Studi Tiru di Kantor Redaksi Suara Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Notoprajan, Jogjakarta, Kamis (25/06/2026) siang. Ganjar, panggilan akrabnya, menjadi pemateri dalam kunjungan itu.

Di awal pemaparannya, Ganjar, memberikan apresiasi terhadap majalah Arbaa. “SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, saya sering dengar namanya, sering melihat beritanya, menurut saya literasi di sana sangat bagus, majalahnya sangat bagus, eksklusif,” ujar pria asli Pekalongan itu.

Menurut Ganjar kehadiran majalah Arbaa sangat tepat, khususnya di segmen anak SD. Majalah Arbaa bisa dikelola lebih jauh untuk dikonsumsi eksternal. “Minimal untuk anak-anak SD Muhammadiyah yang lain di Surabaya,” tuturnya.

“Kalau dirasa harganya mahal, bisa dibuatkan versi digitalnya untuk dipasarkan di luar, sekaligus dikuatkan lagi dengan segmen kekinian, misalnya podcast,” katanya.

Anak-anak yang menulis di majalah Arbaa, lanjutnya, bisa diundang di podcast, mereka berbicara tentang apa yang dimuat di majalah Arbaa atau yang lain. Anak-anak juga bisa membaca puisi via Youtube.

Tampilan majalah Arbaa saya melihatnya sudah bagus, eksklusif. “Kalau ikut lomba-lomba pasti majalah Arbaa ini juara,” kata Ganjar sambil menunjuk salah satu edisi majalah Arbaa.

Lalu Ganjar memberi saran agar majalah Arbaa punya sikap terhadap AI. AI menjadi bagian yang dimasukkan itu sebuah pilihan. “Kalau AI, asalkan masih ada pemikiran original monggo dimasukkan, jika tidak ada, harus dipertimbangkan lagi,” sarannya.

Ganjar juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga tradisi literasi. “Muhammadiyah tidak boleh lepas dari literasi, itulah mengapa kami punya tanggungjawab besar agar warisan literasi KH Ahmad Dahlan yaitu majalah Suara Muhammadiyah tetap terbit dalam bentuk fisik agar tidak hilang,” tuturnya.

Ganjar menegaskan gagasan atau pemikiran harus ditulis. Itu salah satu ciri orang Muhammadiyah.

“Kalau hanya mengandalkan dari panggung ke panggung selesai. Kita ngomong atau berbicara, hanya didengar sekian orang itu pun terbatas cuma 10 menit awal. Tetapi kalau kita tuliskan yang baca banyak dan abadi,” katanya. (Aji)

RELATED ARTICLES

Most Popular