Tuesday, June 30, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYBukan Zaman Mengajar dengan Kekerasan, Kepala SD Mudipat Ajak Guru Mengajar dengan...

Bukan Zaman Mengajar dengan Kekerasan, Kepala SD Mudipat Ajak Guru Mengajar dengan Hati di Rapat Jobdes

MUDIPAT.CO – Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Ustadz Edy Susanto, M.Pd., secara resmi membuka Rapat Dinas Sekolah dalam rangka pembagian job description dan tanggung jawab kerja kepada seluruh guru serta karyawan untuk tahun pelajaran 2026/2027. Rapat digelar di Auditorium TMB Mudipat, Senin (29/6/2026).

Dalam forum strategis ini, beliau menekankan pentingnya kesiapan mental dan profesionalisme seluruh elemen sekolah menjelang tahun ajaran baru. Pembagian tugas ini dirancang agar setiap personalia dapat bergerak cepat dan sinergis dalam mengemban amanah pendidikan.

Beliau memaparkan bahwa esensi utama dari prinsip pendidikan adalah melakukan perubahan yang dimulai dari dalam diri pendidik itu sendiri. Sebelum seorang guru melangkah untuk mengubah perilaku dan karakter siswa, maka guru tersebut harus lebih dahulu mengubah pola pikir serta kebiasaan dirinya. Kesadaran untuk berbenah diri ini menjadi pondasi penting agar proses transfer nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekolah dapat berjalan secara organik dan efektif.

Ustadz Edy juga mengajak seluruh tenaga pendidik di Mudipat untuk bertransformasi menjadi sosok guru yang inspiratif bagi anak didiknya. Beliau menegaskan bahwa zaman sekarang sudah bukan lagi masanya mendidik atau mengajar siswa dengan menggunakan kekerasan atau tekanan fisik maupun mental. Sebaliknya, pendekatan humanis yang berbasis kasih sayang dan ketulusan harus menjadi metode utama dalam membimbing siswa sehari-hari.

Mengajar dengan hati adalah kunci utama yang ditekankan dalam pengarahan rapat dinas tahun pelajaran baru ini. Menurutnya, tugas mulia seorang guru tidak boleh hanya berhenti pada batas menuntaskan penyampaian materi pelajaran di dalam kelas semata. Pendidik di era modern harus mampu memantik rasa ingin tahu dan memberikan inspirasi mendalam yang akan terus membekas dalam memori sepanjang hayat siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Kepsek kelahiran Nganjuk itu memberikan contoh nyata dengan mengisahkan perjalanan hidup Abdul Kalam, mantan Presiden India yang legendaris. Abdul Kalam berhasil meraih kesuksesan besar dan diakui dunia karena terinspirasi oleh hal-hal positif yang ia dapatkan dari gurunya semasa duduk di bangku sekolah. Kisah ini dihadirkan sebagai bukti nyata bahwa inspirasi dari seorang guru memiliki kekuatan besar untuk mengubah masa depan seorang anak.

Oleh karena itu, Ustadz Edy menuntut komitmen tinggi dan totalitas tanpa batas dari seluruh guru dalam menjalankan profesinya di Mudipat. Menjadi pendidik bukan sekadar pekerjaan sampingan, melainkan sebuah pengabdian penuh yang membutuhkan dedikasi, waktu, dan energi terbaik. Totalitas inilah yang nantinya akan membedakan kualitas lulusan Mudipat dengan sekolah-sekolah lainnya di kota Surabaya.

Sebagai bentuk timbal balik atas dedikasi tersebut, pihak manajemen sekolah berkomitmen penuh untuk terus berwujud nyata dalam mensejahterakan guru dan karyawan. Peningkatan kesejahteraan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan dan motivasi tambahan bagi para pendidik dalam mengajar. Dengan pemenuhan kesejahteraan yang layak, seluruh civitas akademika Mudipat diharapkan dapat fokus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular