Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPembekalan Ramadhan, Bu Mus: Berwudhu Bukan hanya Dibasuh tapi juga Digosok

Pembekalan Ramadhan, Bu Mus: Berwudhu Bukan hanya Dibasuh tapi juga Digosok

MUDIPAT.CO – Untuk membekali pengetahuan agama guru, sebelum kegiatan Darul Arqam (DA) untuk siswa, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya mengadakan pembekalan guru khususnya praktik ibadah. Kegaiatan ini diadakan pagi hari sebelum acara pembekalan DA untuk siswa di siang-malam hari, Rabu (22/3/2023).

Kegiatan pembekalan ini terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok guru putra betempat di auditorium Prof Dr Dien Syamsudin TMB lt 4 dengan pemateri Dr.H. M. Sholihin, S.Ag., MPSDM. Sedangkan kelompok guru putri bertempat di Masjih KH Ahmad Dahlan, dengan pemateri Musfiroh, Wakil Ketua PDA Kota Surabaya.

Pada Kelompok guru putri Bu Mus-sapaan akrabnya menjelaskan dengan gamblang praktik ibadah wudhu dan shalat sesuai dengang Himpunan Putsan Tarjih (HPT). Selain membacakan dalilnya, ia juga mencontohkan secara langsung gerakan dan doa dari kedua ibadah tersebut.

Dalam menjelaskan wudhu misalnya, Muballighat Muhammadiyah Surabaya ini memulai dari empat Gerakan yang wajib dilakukan, yaitu membasuh muka, tangan, mengusap rambut, dan membasuh kaki. “Dalam berwudhu bukan hanya sekadar dibasuh, tapi juga digosok-gosok hingga bersih. juga harus diperhatikan batasanya, seperti tangan harus sampai siku dan dimulai dari tangan kanan sebanyak tiga kali baru berganti tangan kiri, juga sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Selanjutnya ia juga menjelaskan empat gerakan wudhu yang sunnah dilakukan, yaitu membaca bismillah disertai dengan niat dalam hati, membasuh tangan sampai pergelangan, kumur-kumur dan mengirup air ke hidung, dan mengusap telinga. “Mengusap telinga cukup satu kali, tidak usah ditambah-tambahi,” ingatnya.

Kegiatan ini pun berlangsung sangat gayeng. Para Ustadzat yang belum jelas langsung bisa bertanya. Seperti tentang mengusap rambut, berkumur saat berpuasa, wudhu dalam keadaan tidak berbusana, dan masih banyak lagi.

“Mengusap rambut itu dilakukan dari depan kemudian balik lagi, dari belakang ke depan. Apakah boleh saat mengusap rambut ketika dari belakang itu tidak langsung ke depan lagi begitu, biar rambutnya tetap rapi?” tanya Ustadzah Debby Pratiwi.

Menurut Bu Mus, berwudhu bukan masalah rapi dan tidak, tapi masalah sah dan tidak. “Kalau tidak rapi kan setelah wudhu bisa disisir,” ungkapnya.

Usai menjelaskan materi wudhu dan shalat, para Ustadzat pun diajak untuk langsung berpraktik. Gerakan yang kurang betul pun langsung dibetulkan. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular