Apa Pedoman Hidup yang Hak? Ustadz Dr. Sholihin: Al-Qur’anul Karim

426
Ustadz Dr. Sholihin saat berceramah di Masjid KH Ahmad Dahlan Mudipat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Kajian tafsir kali ini mengupas surat Yunus ayat 14-17, Jumat (14/2/2020) di Masjid KH Ahmad Dahlan. Kajian diikuti guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, diasuh oleh Ustadz Dr M. Sholihin SAg MPSDM.

Ustadz Sholihin menjelaskan bahwa kehidupan dan kematian itu adalah kehendak Allah. Oleh karena itu setiap manusia harus bersiap menerima takdir tersebut. Termasuk saat kematian datang pada kita.

“Oleh karena itu yang harus dipersiapkan adalah banyak berbuat amal shalih.” jelasnya.

Lebih lanjut ia menganjurkan agar rutinitas sehari-hari menjadi amal sholih, maka awali dan akhiri semuanya dengan doa. Oleh karena itu Allah menganjurkan berdoa di segala aktifitas yang kita lakukan. Seperti berdoa sebelum tidur, bangun tidur, mau makan, sesudah makan dan lain-lain.

Selanjutnya di dalam ayat 15, Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir tidak mau percaya dengan isi Alquran. “Mereka berharap agar Nabi Muhammad mengganti isi Alquran tersebut,” paparnya.

Ustadz Sholihin menjelaskan perbuatan yang tidak sesuai dengan Alquran, apalagi mengganti isinya berarti termasuk perbuatan yang melenceng. Perbuatan tersebut termasuk mendurhakai Allah dan akan mendapat siksa dari-Nya.

“Apa yang dilakukan Nabi Muhammad adalah kehendak Allah. Tugasnya hanyalah menyampaikan wahyu kepada umat.” tegas Ustadz Sholihin.

Di dalam ayat 17, ia juga menjabarkan bahwa orang yang mengatakan ada kitab yang lebih baik dari Alquran, mereka termasuk kedustaan dan kedholiman yang sangat besar. Termasuk mengingkari isi Alquran adalah perbuatan dholim. Karena itu ia berpesan wajib bagi umat Islam menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.

“Menjadikan Al-Quran landasan dalam setiap sendi kehidupan.” pungkasnya. (azizah)