MUDIPAT.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. H. Sukadiono, MM, secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ustadz Edy Susanto, M.Pd, sebagai bentuk pengakuan atas peran sekolah tersebut sebagai pelopor Transformasi Digital di dunia pendidikan.
Penghargaan bergengsi ini dipersembahkan oleh PWMU.CO, portal berita resmi PWM Jawa Timur. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Sabtu, 25 April 2026. Momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi SD Mudipat dalam memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan modern di Jawa Timur.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tinggi atas komitmen dan kontribusi nyata SD Mudipat dalam mengembangkan inovasi di lingkungan sekolah. Langkah berani dalam mengadopsi teknologi dinilai telah memberikan dampak positif bagi ekosistem pendidikan. PWM Jatim berharap prestasi ini dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman.
Selain sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini diharapkan mampu mendorong kemajuan pendidikan yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi digital yang tepat sasaran diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, visi Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul yang melek teknologi dapat terwujud secara maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SD Mudipat, Ustadz Edy Susanto, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, SD Mudipat mendapatkan penghargaan dari PWMU.CO sebagai sekolah pelopor transformasi digital. Ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen sekolah selama beberapa tahun terakhir,” ujarnya dengan penuh bangga.
Ustadz Edy menjelaskan bahwa perjalanan digitalisasi di SD Mudipat sejatinya telah dimulai sejak tahun 2016. Inovasi awal dimulai dari sistem pembayaran sekolah yang beralih sepenuhnya ke metode digital. Langkah ini terbukti efektif dalam mempermudah administrasi dan transparansi keuangan bagi para wali murid.
Tak berhenti di situ, transformasi digital juga merambah ke area kantin sekolah. Para siswa telah dibiasakan melakukan transaksi pembelian secara digital, yang sekaligus menjadi sarana edukasi literasi keuangan sejak dini. Selain itu, kurikulum berbasis sekolah digital telah diterapkan secara intensif bagi siswa kelas 4 hingga kelas 6.
Pada tahun ajaran ini, SD Mudipat juga memfasilitasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara digital. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi sekolah sudah sangat mumpuni. Ustadz Edy menegaskan bahwa seluruh program ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi siswa di era modern.
Menutup keterangannya, Ustadz Edy menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, siswa, serta wali murid yang senantiasa mendukung kesuksesan program sekolah. Ia berharap SD Mudipat terus berkembang dan konsisten memberikan manfaat bagi umat. “Semoga Mudipat ke depan semakin maju dan berkah, amin,” pungkasnya. (Anang/Mul)


