Hendak Lulus, Rapatih Ber-Pileuleuyan di “Konser” Kelas 6

547
Rapatih membawakan lagu khas Jawa Barat. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO –  “Pileuleuyan pileuleuyan, aturay patepang deui…” Rapatih Nialfza, siswa kelas 6-C, melantunkan lagu Pileuleuyan sambil melambai-lambaikan tangannya di udara. Rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok 6 pun mengiringi Rapatih bernyanyi lagu daerah Jawa Barat itu dengan ceria.

Penonton terpukau pada kelompok Rapatih yang tengah “konser” di halaman SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Kamis (13/2/2020).

Amit mundur amit mundur amit ka jalma nu rea,” lantun Rapatih lagi, membuat penonton haru-senang. Rapatih yang langganan juara 1 lomba robotika tingkat nasional maupun internasional itu sukses memukau penonton. Bahkan juri pun kepincut padanya.

“Saya harus balik lagi mengucapkan kalimat yang sama untuk kalian. Kalian memang luar biasa,” ucap komentator Hendro, salah satu juri.

Rapatih (tengah) bersama rekan-rekannya kelompok 6. (mul/mudipat.co)

Usai konser, putra ketiga dari Alfian Nurrizal dan Anita Purnamasari itu mengaku perasaannya plong. Baginya ujian resital itu berjalan lancar dan sukses. Dia memilih lagu khas Jawa Barat lantaran maknanya apik. Yakni semua akan berpisah, tapi ucapkan sampai berjumpa kembali.

“Arti lagunya bagus. Sekarang berpisah. Besok-besok bertemu teman-teman lagi sudah jadi orang sukses,” jelas Rapatih malu-malu.

Sebagai informasi, kelompok Rapatih dan 20 kelompok resital tersebut tengah “berkonser” pada Ujian Praktik Resital Kelas 6 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Tahun Pelajaran 2019/2020. Ujian tersebut diikuti 271 siswa kelas 6.

Ada tiga lagu pilihan yang dibawakan masing-masing kelompok. Yakni Pajjar Laggu dari Madura, Rambadia dari Sumatera Utara, dan lagu Pileuleuyan dari Jawa Barat. Pada acara yang mengusung tema “Unity in Harmony” itu peserta mengenakan aneka busana. Mulai dari busana daerah Sumatera, Jawa Barat, Madura, hingga berpakaian ala koboy dan ala Hawai. Semua bersuka ria dan bersemangat untuk mempersembahkan penampilan terbaik di atas panggung.

Tak hanya sekadar menampil, seluruh kelompok juga mendapat nilai dan komentar dari duo juri profesional. Yakni Hendro HMC dan Agus Widodo. Aspek yang dinilai adalah skil, performa, ekspresi, dan harmoni. Resital sendiri yang telah dipersiapkan siswa sejak Noveber 2019 itu saat “konser” berlangsung meriah dan seru.

Layaknya sebuah konser. Setiap kelompok menampilkan lagu dengan berbagai ekspresi ceria. Tujuannya untuk menghibur penonton yang merupakan rekan-rekan sesama kelas 6, juga para orangtua siswa yang telah sejak pagi ikut mempersiapkan acara tersebut. Merias dan menata busana putra putrinya. (mul)