Wednesday, July 17, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYBerkunjung di Puspa Lebo, Siswa-siswi SD Mudipat Pucang Belajar Tentang Tanaman Hortikultura

Berkunjung di Puspa Lebo, Siswa-siswi SD Mudipat Pucang Belajar Tentang Tanaman Hortikultura

Selain pembelajaran di kelas, siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau SD Mudipat Pucang juga melakukan pembelajaran di luar kelas. Seperti yang dilakukan siswa-siswi kelas 3, mereka melakukan pembelajaran di Pusat Study dan Pengembangan Hortikultura Lebo Sidoarjo (Puspa Lebo) pada Senin (17/09/2018). Diikuti 227 siswa dan 30 guru pendamping.

Koordinator guru kelas 3, Sudir mengatakan, pembelajaran di Puspa Lebo merupakan implementasi terhadap materi tematik tentang Perkembangbiakan Tumbuhan dan Teknologi Pangan.

Di lahan milik Pemprov Jawa Timur itu, siswa-siswi diajak berkeliling melihat tanaman-tanaman dan penjelasan dari Osa Maliki, petugas dari Puspa Lebo.

Osa Maliki menjelaskan, Puspa Lebo memiliki lahan seluas 6 hektar. Didalamnya terdapat berbagai jenis tanaman hortikultura.

“Tanaman hortikultura dibagi menjadi 4 jenis tanaman, yaitu tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat keluarga (toga),” jelasnya.

Osa menambahkan, tanaman buah dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu tanaman buah tahunan dan tanaman buah semusim.

“Tanaman buah tahunan kalau sudah panen, tanaman tidak perlu dicabut, tidak perlu menanam yang baru lagi, tinggal disiram, diberi pupuk. Contoh tanaman buah tahunan adalah mangga, alpukat, jambu biji, srikaya, kelengkeng, sawo, apel, belimbing, dan buah naga,” jelasnya.

“Tanaman buah semusim, kalau sudah panen tanaman mati harus ditanam lagi yang baru, contohnya melon, semangka, garbis,” tambahnya.

Osa menerangkan, tanaman sayuran ada 2 jenis yaitu tanaman sayuran daun dan tanaman sayuran buah. “Contoh tanaman sayuran daun adalah bayam, sawi, kubis. Tanaman sayuran buah contohnya tomat, jagung, cabe, timun, terong,” terangnya.

“Untuk tanaman yang dipanen daunnya, penyiraman harus terkena daunnya, kalau panennya buah penyiraman harus terkena akarnya,” katanya.

Setelah berkeliling, siswa-siswi mencicipi hasil panen melon. “Melon ini enak banget, manis rasanya, manisnya beda dengan melon biasanya,” ujar Inas Asyam Laksono kelas 3E. (Anang)

RELATED ARTICLES

Most Popular