MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 (Mudipat)Pucang Surabaya menggelar Wisuda Tahfidzul Qur’an XII. Mengusung tema “Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi”, prosesi wisuda tahun ini diikuti oleh 771 siswa, di SMAMDA Tower, Sabtu (13/6/2026).
Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Edy Susanto SPd MPd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa para anak didiknya.
“Hari ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu bersama. Melalui perjuangan panjang yang dimulai dari proses munaqosyah beberapa waktu lalu, saatnya kita merayakan capaian hafalan Al-Qur’an anak-anak dengan wisuda ini,” ujarnya.
Edy Susanto menyoroti grafik perkembangan jumlah wisudawan tahfidz di Mudipat yang terus meroket dari tahun ke tahun. Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan pihak sekolah dan para guru dalam mendidik generasi penghafal Al-Qur’an. Tiga tahun lalu: Meluluskan sekitar 425 siswa, Tahun lalu: Mengukuhkan sekitar 645 siswa, dan Tahun ini (2026): Memecahkan rekor dengan mewisuda sebanyak 771 siswa.
”Ini menandakan bahwa guru-guru Mudipat dan anak-anak sekalian benar-benar bersungguh-sungguh dalam berproses,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret menguatkan program keagamaan, Mudipat mengumumkan gebrakan baru untuk tahun pelajaran 2026/2027. Sekolah akan membuka satu kelas khusus tahfidz yang saat ini kuotanya telah terpenuhi. Dengan demikian, formasi kelas di Mudipat akan terdiri dari 1 kelas tahfidz, 4 kelas reguler, dan 4 kelas Cambridge, jadi total ada 9 kelas.

Mudipat Buka Kelas Tahfidz Baru, Target Lulusan Hafal 5 Juz
Selain itu, mulai tahun pelajaran mendatang, Mudipat akan menerapkan Metode Ummi secara menyeluruh untuk pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dari kelas 1 hingga kelas 6, setelah sebelumnya sukses diterapkan di kelas 1, 2, dan 3.
Target hafalan pun ditingkatkan secara bertahap. Untuk kelas tahfidz yang dimulai dari kelas 1, sekolah menargetkan para siswa minimal menghafal 5 juz saat lulus nanti. Sementara untuk siswa reguler, target minimal kelulusan adalah tuntas juz 1.
Edy Susanto menegaskan bahwa fokus tinggi pada Al-Qur’an tidak membuat Mudipat mengesampingkan prestasi akademik. Melalui rekayasa kurikulum yang matang, prestasi akademik siswa tetap berjalan beriringan dan meraih hasil yang impresif.
”Alhamdulillah, tahun ini untuk pertama kalinya nilai rata-rata TKA (Tes Kemampuan Akademik) anak-anak Mudipat sangat luar biasa. Bahkan, ada 8 anak yang berhasil meraih nilai istimewa, yaitu 100,” ungkapnya.
Di penghujung sambutannya, Kepala Sekolah menitipkan pesan menyentuh kepada para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri. Wisuda tahfidz ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk semakin semangat menghafal, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta konsisten melakukan muraja’ah (menjaga hafalan).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan meminta sinergi yang terus berkelanjutan dari para orang tua murid.
”Kami sadar, tanpa adanya pendampingan dan doa yang tulus dari Ayah dan Bunda di rumah, kami di sekolah tidak akan mampu mencetak anak-anak yang hebat seperti saat ini. Mari kita bersama-sama mendidik dengan hati, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, cinta tanah air, bangsa, dan negara,” harapnya.

Empat Bekal Penting bagi Penghafal Al-Qur’an
Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, H Dikky Syadqomullah MHES, hadir langsung memberikan apresiasi dan motivasi mendalam bagi para wisudawan serta orang tua yang hadir.
“Ini momen penting, momen yang tidak bisa kita lupakan. Kami bangga kepada anak-anak ini karena mereka adalah anak-anak yang hebat dan luar biasa,” ujarnya.
Dikky menegaskan bahwa menjadi anak hebat tidak boleh berhenti hanya sampai pada prosesi wisuda semata. Predikat penghafal Al-Qur’an harus dibuktikan melalui aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa pencapaian para siswa yang berhasil menghafal beberapa juz Al-Qur’an secara tidak langsung telah memicu “permusuhan” dengan setan. Setan tidak akan pernah rida melihat anak-anak tumbuh menjadi generasi yang hebat bersama Al-Qur’an.
Oleh karena itu, menyelaraskan dengan angka “4” yang menjadi identitas SD Mudipat, Dikky menyampaikan 4 poin penting agar hafalan para siswa tetap terjaga dan tidak goyah oleh godaan zaman, yakni:
- Niat yang Kuat dan Istikamah Menambah Hafalan Dikky berpesan agar para siswa menanamkan niat yang kokoh untuk menjadi Hafiz Qur’an. Ia memotivasi siswa untuk menambah hafalan minimal satu ayat setiap hari. Secara matematis, jika siswa konsisten menambah hafalan selama 6 tahun bersekolah, mereka akan mampu menguasai ratusan hingga ribuan ayat Al-Qur’an dengan mudah.
- Banyak Beramal Saleh dan Berbakti kepada Orang Tua/Guru Kelancaran dan keberkahan dalam menghafal Al-Qur’an tidak akan lepas dari rida orang tua dan guru. Dikky meminta anak-anak untuk selalu membantu, menghormati, serta senantiasa memohon doa dari orang tua mereka.
- Saling Menguatkan dan Menghindari Sifat Menyendiri (Kecanduan Gadget) Para penghafal Al-Qur’an diimbau untuk tidak asyik menyendiri, terutama menghabiskan waktu hanya untuk scrolling media sosial di handphone. Sebaliknya, mereka harus berkumpul (minimal 5 orang) atau duduk bersama orang tua di rumah untuk saling menyimak hafalan (murojaah).
- Menanamkan Sifat Sabar Menjadi seorang penumpuk kalamullah membutuhkan kesabaran ekstra. Dikky menekankan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an tidak boleh menjadi anak yang mudah mutungan (mudah merajuk/putus asa), melainkan harus sabar melakukan murojaah setiap hari.
Menutup sambutannya, Dikky berharap agar kolaborasi antara sekolah dan orang tua terus berjalan erat, bahkan mengizinkan siswa untuk memanfaatkan waktu di sekolah demi memperkuat hafalan mereka.
“Dunia saat ini sangat membutuhkan kehadiran generasi-generasi tangguh dan berakhlak Qur’ani. Melalui momentum Wisuda Munaqosyah XII ini, SD Mudipat Surabaya membuktikan komitmennya dalam mencetak kader islami yang siap membawa perubahan positif bagi bangsa dan agama,” pungkasnya. (Yuda/Muri/Mul)



