MUDIPAT.CO – Kebanggaan kembali datang dari SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Gea Adzkira Laura Z., siswa kelas 6F Mudipat, terpilih dan menjadi Master of Ceremony anak di Panggung Utama pada Puncak Acara Hari Anak Nasional ke-42 Kota Surabaya. Performa Gea luar biasa.
Acara dengan tema “Sayangi, Lindungi dan Bangun Masa Depan Anak Surabaya Hebat” tersebut digelar di halaman Balai Pemuda Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.
Gea mengaku sangat terharu dan bersyukur bisa mewakili Mudipat, khususnya ekstrakurikuler Broadcasting, untuk menjadi MC di acara sebesar itu. Ia tidak menyangka mendapat kepercayaan ini.
“Saya dihubungi langsung oleh CEO Probest School, sekolah broadcasting di Surabaya yang bekerja sama dengan Mudipat, Bunda Meriana Candra Kurniasari, pada hari Senin, 27 Juli 2026, untuk menjadi MC di puncak acara HAN ke-42 Kota Surabaya,” kata Gea.
Pada hari yang sama, Gea juga mendapatkan arahan dan pendampingan langsung dari Bunda Eko Widayani, Kepala Sekolah SMPN 1 Surabaya.

Bagi Gea, ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Ia harus cepat dan tanggap menyesuaikan ritme perubahan acara yang mendadak sesuai instruksi protokoler. Meskipun persiapan hanya satu hari, Gea tampil percaya diri, berani, dan ekspresif sehingga suasana menjadi lebih ceria.
“Ini banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan untuk menjadi seorang MC profesional di masa yang akan datang,” ujarnya.
Di panggung utama, Gea bertugas bersama dua MC anak lainnya, yaitu Aaron Andrew Abadi dari SMAN 12 Surabaya dan Valencia Fransisca Putri Gautama dari SMAN 1 Surabaya.
Puncak HAN ke-42 Kota Surabaya dihadiri sejumlah tamu penting. Di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bunda Arifah Fauzi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Ayah Abdul Mu’ti, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Ayah Muhammad Qodari, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI Bunda Fifi Aleyda Yahya, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Ayah Aris Adi Leksono, Walikota Surabaya Ayah Eri Cahyadi, Bunda PAUD Kota Surabaya Bunda Rini Indriyani, anggota DPRD Kota Surabaya, serta jajaran Forkopimda Kota Surabaya. Acara ini juga diikuti lebih dari 5000 anak yang memadati Balai Pemuda.
Rangkaian acara ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Surabaya dan Koalisi Nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif tentang Penguatan Investasi dan Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini melalui Gerakan Act for Early Years atau Aksi untuk Usia Dini dan Manifesto Act For Early Years. Gerakan ini bertujuan memastikan semua anak mendapatkan akses terhadap pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan penghargaan kepada 17 perusahaan peduli anak. Selain itu diberikan penghargaan kepada anak-anak Surabaya berprestasi dalam lomba menulis surat untuk Walikota dan Presiden, pidato bahasa Inggris, Festival Raya Anak Surabaya Hebat, serta pemenang OSN, O2SN, dan FLS2N.
Momen paling berkesan bagi Gea adalah ketika bisa bertemu dan mengobrol langsung dengan Ayah Abdul Mu’ti.
“Adik dari sekolah Muhammadiyah ya?” tanya Ayah Mu’ti.
“Iya Ayah, dari Muhammadiyah 4 Surabaya,” jawab Gea.
“Wah bagus!!!” kata beliau.
Ayah Mu’ti berpesan agar anak Muhammadiyah harus selalu semangat dalam meraih cita-cita.
Gea berharap pengalaman ini membuatnya semakin semangat belajar di dunia broadcasting dan bisa mendapat kesempatan di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya juga bangga menjadi siswa Mudipat yang punya 41 ekstrakurikuler. Mudipat selalu memilih coach terbaik di setiap ekskulnya. Semoga Mudipat selalu berprestasi baik secara akademik maupun non akademik,” pungkas Gea. (Mul)


