MUDIPAT.CO – Pentas seni SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) tahun pelajaran 2005-2006 berlangsung meriah di halaman sekolah. Mengusung tema “Berkarya, Berprestasi, dan Menginspirasi”, acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengasah bakat mereka. Pentas seni ini juga menjadi bukti nyata bahwa sekolah dengan 41 kegiatan ekstrakurikuler mampu menghadirkan beragam karya yang memikat.
Acara dibuka dengan parade qiroah yang penuh khidmat, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustad Edy Susanto, M.Pd. Setelah itu, suasana semakin semarak dengan atraksi memanah balon yang ditempel di target panahan. Tepuk tangan penonton pun bergemuruh menyemangati para peserta. Tak ketinggalan, diumumkan pula nama peminjam dan pembaca buku terbanyak di perpustakaan Mudipat sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya literasi.

Berbagai penampilan ekskul kemudian bergantian mengisi panggung. Tari Remo gagrak membuka suasana dengan gerakan khas Jawa Timur yang energik. Disusul penampilan band Little Warriors yang membawakan lagu penuh semangat. Ada pula ekskul bahasa Jepang yang memperkenalkan budaya negeri sakura, serta tari Dolan Sore yang menjadi favorit penonton.
Selain itu, siswa juga menunjukkan kebiasaan hebat melalui ekskul Paskibraka, tahfidul Quran, dan English eksklusif. Penampilan tari Dolan Sore, dokter cilik, pembacaan puisi, hingga nasyid membuat suasana semakin variatif. Band The Vasco turut memeriahkan panggung, sementara ekskul bahasa Arab menampilkan lagu “Cita-Citaku” dengan penuh penghayatan.
Tak kalah menarik, ekskul Tari Rukun Sama Teman dan Berkisah Islami menghadirkan pesan moral yang menyentuh. Hizbul Wathan tampil dengan semangat kepanduan, sementara paduan suara dan teater drama musikal menambah warna dalam pentas seni. Penampilan basket, karawitan, dan Tapak Suci menunjukkan bahwa seni dan olahraga bisa berpadu dalam satu panggung.
Menjelang akhir acara, ekskul For Kids Band tampil sebagai penutup dengan iringan musik yang ceria. Semua penonton, baik siswa, guru, maupun orang tua, larut dalam suasana kebersamaan. Pentas seni ini benar-benar menjadi ajang unjuk bakat sekaligus mempererat hubungan antarwarga sekolah.

Salah satu penari Dolan Sore, Adeeva Meryam El Fahmi dari kelas 1C, mengaku sangat senang bisa tampil di panggung. “Aku mau tampil lagi, seru banget,” ucap Adeeva dengan wajah ceria. Harapannya, ia bisa terus mendapat kesempatan untuk menari lebih baik lagi di masa mendatang.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para peserta yang berprestasi. Pentas seni Mudipat tahun ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya. Dengan semangat “Berkarya, Berprestasi, dan Menginspirasi”, SD Muhammadiyah 4 Surabaya membuktikan komitmennya dalam mendidik generasi yang kreatif, berakhlak, dan berprestasi. (Mul)


