Sunday, July 26, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMPLS Ramah dan Bebas Perundungan Siswa Baru pun Jadi Nyaman

MPLS Ramah dan Bebas Perundungan Siswa Baru pun Jadi Nyaman

MUDIPAT.CO – Konsep MPLS yang ramah, menyenangkan, dan bebas perundungan menjadi komitmen SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 13–18 Juli 2026 ini diikuti 276 siswa baru, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 272 siswa.

Kepala SD Mudipat Surabaya Edy Susanto menjelaskan, rangkaian MPLS dikemas secara interaktif selama lima hari dan ditutup dengan agenda unjuk karya pada hari terakhir. Untuk mencairkan suasana sekaligus menghibur para siswa, sekolah menghadirkan pendongeng nasional, Kak Bimo dari Yogyakarta.

“Sejak dini kami merancang MPLS agar anak-anak memiliki karya yang menyenangkan bagi dirinya dan teman-temannya. Hal ini bertujuan melatih anak-anak agar memiliki rasa percaya diri,” ujar Edy.

Dia menegaskan, MPLS di SD Mudipat dilaksanakan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk tekanan. Sekolah berkomitmen menerapkan prinsip zero bullying dan tanpa kekerasan agar para siswa baru merasa nyaman, aman, dan bahagia menjalani hari-hari pertama di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, materi yang diberikan berfokus pada pengenalan lingkungan fisik dan budaya sekolah. Para siswa diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas, seperti toilet, kantin, masjid, lapangan olahraga, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang bimbingan dan konseling (BK), hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Selain untuk siswa, SD Mudipat juga menggelar sesi sosialisasi dan silaturahmi bersama orang tua.

Tahun ajaran ini juga menjadi tonggak baru bagi program keagamaan sekolah. SD Mudipat resmi membuka kelas Tahfidh untuk pertama kalinya dengan jumlah peminat yang cukup tinggi. Sebanyak 31 murid langsung bergabung pada angkatan perdana program tersebut.

Sistem MPLS yang edukatif dan humanis ini mendapat respons positif dari para orang tua. Salah satunya, dr Fenny Novita Dewi, yang mengaku terkesan dengan pendekatan yang diterapkan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung menyenangkan dan efektif dalam membangun rasa percaya diri anak saat memasuki jenjang sekolah dasar.

“Sangat bermanfaat, sehingga anak-anak merasa diterima dan nyaman di sekolah barunya. Dengan begitu, mereka juga akan lebih semangat untuk terus berprestasi ke depannya,” ungkap dr Fenny. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular