Sunday, July 26, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYDuo Warcil SD Muhammadiyah 4 Surabaya Berhasil Wawancarai Wakil Gubernur Dr. Emil...

Duo Warcil SD Muhammadiyah 4 Surabaya Berhasil Wawancarai Wakil Gubernur Dr. Emil Dardak

MUDIPAT.CO – Dua wartawan cilik (Warcil) dari SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Refania Anindiya Rafani (kelas VI-H) dan Lazuardy Arkoun Abqaraya (kelas V-B), berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak. Momen bersejarah ini terjadi pada acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar oleh PW Aisyiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu, 25 Juli 2026.

Sejak pagi, duo Warcil yang akrab disapa Anya dan Raya bersama tim sabar setia menunggu kesempatan emas itu. Mereka sudah berada di lokasi sejak pukul 09.00, menanti sosok Emil Dardak. Dengan penuh kesabaran, mereka berkoordinasi dengan protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar bisa mendapatkan izin wawancara.

Awalnya, rencana wawancara akan dilakukan di depan pintu aula seusai pembukaan acara karena acara juga dihadiri Menteri Pendidikan RI Prof. Abdul Mu’ti. Namun, situasi berubah sehingga wawancara akhirnya berlangsung di tangga luar gedung sekitar pukul 12.30. Meski tidak sesuai rencana, semangat duo Warcil tidak surut. “Meskipun menunggu lama, tapi ini seru,” ucap Anya sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Anya dan Raya melontarkan tiga pertanyaan seputar perlindungan anak. Emil Dardak, suami dari artis Arumi Bachsin, menjawab dengan lugas dan penuh makna. Pertanyaan pertama yang diajukan Anya adalah bagaimana cara memutus mata rantai bullying di kalangan anak-anak.

“Orang tua harus terus memperhatikan anak-anaknya, mencintai sepenuh hati agar anak-anak jadi tangguh. Kepada siapapun hentikan bullying, karena akibatnya fatal. Kadang-kadang anak korban bullying menjadi pendiam dan memilih untuk tidak bercerita. Maka orang tua harus paham anaknya,” jelas Emil yang lahir di Jakarta pada 20 Mei 1984 itu.

Selain itu, Emil juga menekankan pentingnya pola hidup sehat bagi anak-anak Indonesia. Ia berpesan agar anak-anak menjaga kebersihan dan melengkapi imunisasi. “Yang imunisasinya tidak lengkap harus dilengkapi, kesehatan sangat penting. Selanjutnya mari kita perbaiki kualitas sekolah. Sekolah harus terbaik, guru-gurunya harus sejahtera, murid-muridnya harus berprestasi,” pesannya.

Bagi duo Warcil Mudipat, pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan. Mereka tidak hanya berhasil mewawancarai tokoh penting nasional, tetapi juga merasakan suasana hangat dan menyenangkan dalam interaksi tersebut. Kesabaran mereka akhirnya terbayar dengan wawancara eksklusif yang penuh inspirasi.

Kisah Anya dan Raya menunjukkan bahwa semangat jurnalistik bisa tumbuh sejak dini. Dengan keberanian dan ketekunan, mereka membuktikan bahwa anak-anak pun mampu berkontribusi dalam menyuarakan isu penting, khususnya tentang perlindungan anak. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular