Sunday, July 26, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYAnya-Raya Warcil Mudipat Wawancarai Dr. Diyah Komisioner KPAI di Puncak HAN 2026

Anya-Raya Warcil Mudipat Wawancarai Dr. Diyah Komisioner KPAI di Puncak HAN 2026

MUDIPAT.CO — Dua wartawan cilik SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, atau Mudipat, mendapat kesempatan emas meliput Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026. Mereka adalah Refania Anindiya Rafani kelas VI-H dan Lazuardy Arkoun Abqaraya kelas V-B. Acara puncak tersebut digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu, 25 Juli 2026. Ribuan anak dari berbagai sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Timur hadir memeriahkan peringatan tersebut.

Di sela kegiatan, duo warcil Mudipat berburu berita dengan mewawancarai salah satu narasumber utama seminar, yaitu Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Dr. Diyah Puspitarini. Diyah tampak ramah melayani kedua wartawan cilik tersebut.
Dalam wawancara itu, Diyah menjawab setiap pertanyaan dengan lengkap dan lugas.

Saat ditanya tentang peran orang tua agar anak terhindar dari perundungan, ia menegaskan pentingnya kasih sayang di rumah. “Yang paling penting dan utama adalah orang tua memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Kalau di rumah suka mengajak ngobrol dan diajak jalan-jalan. Kalau anak-anak senang hatinya, insyaAllah tidak akan ada perundungan,” ucap Diyah yang lahir 19 Januari 1984 itu.

Diyah juga menjelaskan dampak anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tua. Menurutnya, hal itu bisa memengaruhi emosi dan perilaku anak di sekolah.
“Anak yang kurang kasih sayang akan mudah murung, sedih, tidak bahagia dalam hidupnya. Lalu biasanya anak kurang kasih sayang akan mudah marah, suka mukul temannya, suka mengganggu, karena kurang kasih sayang. Kalau sayangnya banyak, dia juga akan menyayangi temannya,” jelas mantan Ketua PP Nasyiatul Aisyiyah itu.

Selain itu, Diyah memaparkan pola pengasuhan anak yang baik di era digital. Ia mengingatkan orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak. “Yaitu orang tua harus sering ajak ngobrol anaknya, jangan biarkan anak-anak main HP kelamaan, kawal ibadah anak, anak tidur yang cukup, dan giat belajar,” terangnya.

Sikap responsif dan ramah Diyah membuat duo warcil yang akrab disapa Anya dan Raya merasa senang saat wawancara. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi dua warcil Mudipat untuk belajar langsung bertanya dan menulis berita dari narasumber nasional. (Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular