Saturday, April 18, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAY​Isak Tangis Syukur Pecah saat Anak-Anak Memeluk Orang Tuanya Terjadi di Doa...

​Isak Tangis Syukur Pecah saat Anak-Anak Memeluk Orang Tuanya Terjadi di Doa Bersama Jelang TKA

MUDIPAT.CO – ​Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar, suasana khidmat menyelimuti Masjid Manarul Ilmi ITS pada Jumat (17/4/2026). 230 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya berkumpul bersama orang tua dan guru dalam acara Doa Bersama dan Motivasi bertajuk “Menjadi Anak yang Sukses Dunia dan Akhirat”.

​Kepala SD Mudipat, Edy Susanto MPd dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara kepercayaan orang tua dan fokus siswa. Ia mengingatkan bahwa kondisi psikologis anak sangat bergantung pada dukungan moral dari rumah.

​”Orang tua harus yakin bahwa anak-anak bisa. Jika orang tua ragu, anak bisa down. Untuk siswa, tinggalkan dulu HP dan mainan. Fokus ke TKA, meskipun setelah ini ada yang berencana masuk pondok pesantren,” pesannya dengan tegas.

​Beliau juga membagikan tips praktis menghadapi ujian, seperti mendahulukan soal yang mudah, menjaga kesehatan, dan disiplin menerapkan 9 Kebiasaan Anak Mudipat Hebat. “Anak yang sukses adalah anak yang patuh kepada orang tua. Kami mohon orang tua fokus mendampingi dan mendoakan agar hasilnya terbaik,” tambahnya.

​Hadir sebagai motivator utama, Dr. H. Muhammad Sholihin, S.Ag., M.PSDM. dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Beliau mengupas tuntas rahasia mendidik anak berdasarkan Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 9 agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.
​Menurut Ustadz Sholihin, ada dua solusi utama bagi orang tua:

  • ​Bertakwa kepada Allah.
  • ​Bertutur kata yang baik (Qaulan Sadida). “Jangan memarahi anak, apalagi di depan orang lain, karena itu dapat menurunkan sel kecerdasan mereka,” jelasnya.
  • Beliau juga mengingatkan para siswa bahwa mereka adalah investasi akhirat bagi orang tua. Salah satu cara membalas budi paling nyata adalah dengan mendoakan orang tua minimal 10 kali setiap selesai sholat.

​Dalam sesi motivasi tersebut, dirumuskan tujuh poin penting yang harus dipersiapkan siswa sebelum hari ujian tiba:

  • ​Persiapan Akademik: Pendalaman materi secara rutin.
  • Persiapan Teknis: Pengaturan waktu belajar yang efektif.
  • ​Mental & Fisik: Menjaga kebugaran tubuh.
  • ​Istirahat: Tidur cukup dan tidak bergadang.
  • ​Optimisme: Menanamkan rasa percaya diri.
  • ​Ketenangan: Menghadapi soal dengan kepala dingin.
  • ​Berdoa: Menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.

​Acara mencapai puncaknya saat sesi doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Sholihin. Suasana berubah menjadi penuh haru ketika para siswa bersimpuh memohon maaf dan meminta restu kepada orang tua masing-masing.

​Isak tangis syukur pecah saat anak-anak memeluk orang tua mereka, menyadari bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Tak hanya kepada orang tua, para siswa juga bersalaman memohon restu kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing mereka selama enam tahun di bangku sekolah dasar.

Dengan bekal motivasi dan doa ini, diharapkan seluruh siswa kelas 6 SD Mudipat Surabaya dapat menjalani TKA dengan tenang, lancar, dan meraih hasil yang barokah untuk masa depan mereka. (Salf/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular