MUDIPAT.CO – Suasana religius yang dibalut dengan kreativitas siswa terpancar nyata dalam acara live streaming di kanal YouTube MUDIPAT TV. Pada Selasa (3/3/2026) Kegiatan yang menggabungkan kajian keislaman dengan penampilan seni ini mengangkat tema sentral Nuzulul Qur’an, menghadirkan Drs. H. Muhammad Lutfi, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya sebagai pemateri utama.
Acara dibuka dengan penuh semangat oleh penampilan band siswa-siswi berbakat Mudipat. Kelompok Little Warrior yang beranggotakan siswa kelas 3 tampil memukau sebagai pembuka, disusul oleh 4 Kids Band dari siswa kelas 5 dan 6 yang menambah kemeriahan suasana pertengahan sesi inti dan penutup kajian.
Kupas Tuntas Kemuliaan Al-Qur’an. Dalam paparannya, Ustadz Muhammad Lutfi meluruskan pemahaman mengenai waktu turunnya Al-Qur’an. Beliau menjelaskan perbedaan antara turunnya Al-Qur’an secara utuh (Lailatul Qadar) dengan turunnya ayat secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW (Nuzulul Qur’an).
”Dalam QS. Al-Qadr dijelaskan bahwa malam kemuliaan berada pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Ini berbeda dengan peringatan 17 Ramadhan yang biasa kita kenal sebagai Nuzulul Qur’an,” jelasnya.
Ustadz Lutfi juga membedah bentuk mukjizat Al-Qur’an yang relevan dengan sains dan kehidupan sosial: Keadilan Gender: Al-Qur’an secara adil menempatkan posisi laki-laki dan perempuan. Keseimbangan Alam: Mengutip QS. Yunus ayat 5 tentang matahari yang berputar pada porosnya secara konsisten, yang menjadi dasar ilmu Hisab.
Shalat Gerhana: Bertepatan dengan fenomena alam yang terjadi, beliau menginfokan adanya gerhana bulan pada pukul 18.00 dan mengajak jamaah melaksanakan shalat gerhana (Khusuf) pada pukul 18.30–19.00 di masjid terdekat.
Ramadhan Sebagai Bulan Latihan (Tarbiyah). Menariknya, Ustadz Lutfi menekankan bahwa Ramadhan bukanlah ajang “pertandingan” untuk pamer amal, melainkan sebuah kawah candradimuka atau tempat latihan.
”Bulan Ramadhan adalah latihan. Pertandingan sesungguhnya adalah di 11 bulan lainnya. Jika latihan kita di bulan Ramadhan bagus, maka kita akan siap bertanding di bulan-bulan berikutnya,” tegas beliau.
Di akhir kajian, beliau memberikan pesan menyentuh berdasarkan QS. Al-Hijr ayat 9, bahwa Al-Qur’an adalah penawar bagi segala penyakit, terutama penyakit hati. Bagi siapapun yang menginginkan ketenangan dan ketentraman, kuncinya adalah memperbanyak bacaan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar Mudipat senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqomah bersama Al-Qur’an. (Salsa/Mul)


