Tuesday, March 10, 2026
spot_imgspot_img
HomeBINA AKHLAK ANANDASyiarkan Nilai Al-Qur’an di Mudipat TV, Ustadz Lutfi Ajak Siswa Jadikan Ramadhan...

Syiarkan Nilai Al-Qur’an di Mudipat TV, Ustadz Lutfi Ajak Siswa Jadikan Ramadhan sebagai Ajang Tarbiyah

MUDIPAT.CO – ​Suasana religius yang dibalut dengan kreativitas siswa terpancar nyata dalam acara live streaming di kanal YouTube MUDIPAT TV. Pada Selasa (3/3/2026) Kegiatan yang menggabungkan kajian keislaman dengan penampilan seni ini mengangkat tema sentral Nuzulul Qur’an, menghadirkan Drs. H. Muhammad Lutfi, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya sebagai pemateri utama.

​Acara dibuka dengan penuh semangat oleh penampilan band siswa-siswi berbakat Mudipat. Kelompok Little Warrior yang beranggotakan siswa kelas 3 tampil memukau sebagai pembuka, disusul oleh 4 Kids Band dari siswa kelas 5 dan 6 yang menambah kemeriahan suasana pertengahan sesi inti dan penutup kajian.

​Kupas Tuntas Kemuliaan Al-Qur’an. ​Dalam paparannya, Ustadz Muhammad Lutfi meluruskan pemahaman mengenai waktu turunnya Al-Qur’an. Beliau menjelaskan perbedaan antara turunnya Al-Qur’an secara utuh (Lailatul Qadar) dengan turunnya ayat secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW (Nuzulul Qur’an).

​”Dalam QS. Al-Qadr dijelaskan bahwa malam kemuliaan berada pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Ini berbeda dengan peringatan 17 Ramadhan yang biasa kita kenal sebagai Nuzulul Qur’an,” jelasnya.

​Ustadz Lutfi juga membedah bentuk mukjizat Al-Qur’an yang relevan dengan sains dan kehidupan sosial: ​Keadilan Gender: Al-Qur’an secara adil menempatkan posisi laki-laki dan perempuan. ​Keseimbangan Alam: Mengutip QS. Yunus ayat 5 tentang matahari yang berputar pada porosnya secara konsisten, yang menjadi dasar ilmu Hisab.

Shalat Gerhana: Bertepatan dengan fenomena alam yang terjadi, beliau menginfokan adanya gerhana bulan pada pukul 18.00 dan mengajak jamaah melaksanakan shalat gerhana (Khusuf) pada pukul 18.30–19.00 di masjid terdekat.

​Ramadhan Sebagai Bulan Latihan (Tarbiyah). ​Menariknya, Ustadz Lutfi menekankan bahwa Ramadhan bukanlah ajang “pertandingan” untuk pamer amal, melainkan sebuah kawah candradimuka atau tempat latihan.

​”Bulan Ramadhan adalah latihan. Pertandingan sesungguhnya adalah di 11 bulan lainnya. Jika latihan kita di bulan Ramadhan bagus, maka kita akan siap bertanding di bulan-bulan berikutnya,” tegas beliau.

​Di akhir kajian, beliau memberikan pesan menyentuh berdasarkan QS. Al-Hijr ayat 9, bahwa Al-Qur’an adalah penawar bagi segala penyakit, terutama penyakit hati. Bagi siapapun yang menginginkan ketenangan dan ketentraman, kuncinya adalah memperbanyak bacaan dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

​Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar Mudipat senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqomah bersama Al-Qur’an. (Salsa/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular