MUDIPAT.CO – Suasana syahdu bulan suci Ramadhan 1447 H semakin terasa di lingkungan SD Muhammadiyah 4 (MUDIPAT) Surabaya. Pada Selasa, 3 Maret 2026, keceriaan terpancar dari wajah ratusan siswa kelas 1 yang mengikuti hari kedua rangkaian kegiatan Darul Arqam. Fokus utama agenda hari ini adalah materi Thaharah, khususnya praktik wudhu yang benar dan sesuai sunnah.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 1A hingga kelas 1I. Di bawah bimbingan telaten dari para Ustadz dan Ustadzah kelas 1, anak-anak diajak untuk memahami bahwa kesucian lahiriah adalah langkah awal menuju ibadah yang berkualitas.
Materi dimulai dengan penjelasan interaktif di dalam kelas. Para Ustadz dan Ustadzah menggunakan metode cerita dan peragaan yang menarik agar anak-anak usia dini mudah memahami rukun-rukun wudhu.
Namun, bagian yang paling dinanti adalah sesi praktik langsung. Satu per satu, siswa dari sembilan kelas tersebut berbaris rapi menuju area wudhu. Dengan penuh antusias, mereka mempraktikkan urutan wudhu, mulai dari membasuh telapak tangan hingga membasuh kaki dengan tertib.
“Anak-anak sangat luar biasa hari ini. Meskipun masih kelas 1, mereka sangat teliti memastikan air mengenai bagian siku dan mata kaki. Ini adalah pondasi penting agar kelak salat mereka sah dan diterima Allah SWT,” ujar salah satu Ustadzah pendamping. Antusiasme Tinggi: Tidak ada rasa malas meski sedang berpuasa; anak-anak justru berebut ingin menunjukkan cara wudhu yang paling benar kepada gurunya. edukasi adab, selain teknis, siswa juga diajarkan adab berwudhu, seperti tidak berlebihan dalam menggunakan air (hemat air) dan membaca doa setelah wudhu. Nuansa ukhuwah sangat terasa saat siswa kelas 1A hingga 1I berkumpul bersama, menciptakan energi positif di lingkungan sekolah.
Darul Arqam di SD MUDIPAT memang dirancang untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang aplikatif. Dengan menguasai tata cara bersuci sejak dini, diharapkan siswa-siswi kelas 1 memiliki kemandirian dalam beribadah dan terbiasa menjaga kesucian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan evaluasi ringan dan apresiasi bagi siswa yang mampu mempraktikkan wudhu dengan paling tertib. Semangat “Arek-arek Mudipat” ini menjadi bukti bahwa belajar agama bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan! (Syahara/Mul)


