Sunday, June 28, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYDi Darul Arqam Kyai Sholihin Mengisahkan Alqamah Hendak Dibakar Karena Ibunya Tidak...

Di Darul Arqam Kyai Sholihin Mengisahkan Alqamah Hendak Dibakar Karena Ibunya Tidak Memaafkan

MUDIPAT.CO – Darul Arqam hari kedua SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kelas 3 dan 4 berlangsung Kamis, 26/2/2026. Kafilah putra dimulai di TMB lt.4, Kafilah Putri di Masjid KH Ahmad Dahlan. Kegiatan ini akan berlangsung hingga Jum’at, 27/2/2026.

Guru Senior Mudipat KH Dr Muhammad Sholihin Sag MPSDM memberi tausiah bakda duhur. Dikatakan, Darul Arqam sangat penting bagi pelajar Mudipat karena siswa diajari tentang agama, dan diajari tentang akhlak yang mulia.

Kyai Sholihin mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Dalam ceramah tersebut ditegaskan bahwa seorang anak yang masih berani melawan orang tua dan tidak menghormati gurunya akan mendapatkan akibat yang sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat. Pesan ini disampaikan sebagai pengingat agar generasi muda menjaga adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiah itu pula disampaikan kisah seorang sahabat bernama Alqamah pada masa Rasulullah SAW. Diceritakan bahwa Alqamah dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah, namun memiliki sikap kurang baik kepada ibunya. Akibat perilakunya yang kerap menyakiti hati sang ibu, Alqamah mengalami kesulitan saat menghadapi sakaratul maut. Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa ridha orang tua sangat menentukan keselamatan hidup seorang anak.

Menurut riwayat yang disampaikan, Nabi Muhammad kemudian meminta agar ibu Alqamah memaafkan putranya. Namun pada awalnya sang ibu masih menyimpan rasa sakit hati yang mendalam. Para sahabat bahkan disebut-sebut bersiap menyalakan kayu bakar sebagai bentuk peringatan akan beratnya akibat durhaka kepada orang tua. Situasi tersebut menggambarkan betapa seriusnya dosa menyakiti hati ibu.

Setelah melalui nasihat dan permohonan yang sungguh-sungguh, akhirnya sang ibu luluh dan memberikan maaf kepada Alqamah. Tidak lama kemudian, Alqamah pun mampu mengucapkan kalimat syahadat dan wafat dalam keadaan tenang. Kisah ini sering dijadikan pelajaran dalam berbagai majelis ilmu untuk menegaskan bahwa maaf dan ridha orang tua memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan dan kematian seorang anak.

Pesan moral dari kisah tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Darul Arqam, sebuah program pembinaan yang bertujuan membentuk karakter Islami dan memperbaiki akhlak peserta. Dalam kegiatan itu, para peserta diajak untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan orang tua, guru, serta sesama. Mengikuti kegiatan keagamaan bukan sekadar rutinitas, tetapi harus menjadi momentum perubahan diri.

Pembina Darul Arqam menekankan bahwa mencari pahala tidak cukup hanya dengan hadir secara fisik. Peserta diminta untuk sungguh-sungguh memperbaiki sikap, meninggalkan kebiasaan buruk, serta memperkuat komitmen untuk berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Perubahan perilaku menjadi indikator utama keberhasilan mengikuti program tersebut.

Di akhir tausiah, disampaikan pesan tegas bahwa apabila seseorang mengikuti Darul Arqam namun tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, maka ia dianggap gagal memaknai kegiatan tersebut. Momentum pembinaan harus menjadi titik balik untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menata akhlak agar menjadi pribadi yang lebih santun, taat, dan berbakti. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular