MUDIPAT.CO – Suasana ceria dan religius menyelimuti gedung SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya hari ini. Ratusan siswa mengikuti serangkaian kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mengusung tema besar “Islam Agamaku, Rajin Sholat Semboyanku”, sekolah dasar teladan ini bertujuan menanamkan kecintaan ibadah sholat sejak dini kepada seluruh siswanya.
Berbagai sudut sekolah disulap menjadi pusat literasi dan kompetisi religi. Berikut adalah rangkaian kegiatannya:
1. Dongeng Inspiratif bersama Kak Sholeh (Kelas 1 & 2)
Bertempat di The Millenium Building (TMB), siswa kelas 1 dan 2 tampak antusias mendengarkan dongeng dari Kak Sholeh. Dengan gaya yang komunikatif, Kak Sholeh menceritakan perjalanan agung Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha. Tak hanya berkisah, Kak Sholeh juga menyelipkan pesan moral tentang adab dan cara menjadi anak sholeh yang berbakti kepada orang tua melalui karakter yang jenaka.
2. Syiar Dakwah Mubaligh Cilik (Kelas 3 & 4)
Sementara itu, Hall Lantai 2 gedung belajar menjadi saksi lahirnya orator-orator muda. Siswa kelas 3 dan 4 mengikuti Lomba Mubaligh. Dalam lomba ini, para peserta dibebaskan memilih salah satu dari tiga tema esensial, yaitu Hikmah Isra’ Mi’raj, Pentingnya Sholat, dan Pentingnya Menuntut Ilmu. Juri dibuat terkesan dengan kefasihan dan keberanian para siswa saat memaparkan materi dakwah mereka di atas panggung.



3. Praktik Sholat Berjamaah (Kelas 5 dan 6)
Di Masjid ADEC, kekhusyukan terlihat jelas saat siswa kelas 5 dan 6 mengikuti Lomba Sholat Berjamaah. Penilaian tidak hanya pada gerakan dan bacaan yang benar sesuai tuntunan Rasulullah, tetapi juga kekompakan serta ketertiban dalam shaf berjamaah.
4. Literasi Digital melalui Film “Hafalan Shalat Delisa” (Kelas 5 & 6)
Bagi siswa kelas 5 dan 6 yang tidak mengikuti lomba, kegiatan dipusatkan pada penguatan literasi melalui media film. Mereka menonton bersama film inspiratif “Hafalan Shalat Delisa”. Usai pemutaran film, siswa diwajibkan membuat resume atau ringkasan cerita yang menekankan pada nilai keteguhan hati dalam menjalankan perintah sholat meski di tengah cobaan berat.
Setelah mengikuti rangkaian acara hingga siang hari, salah satu siswa kelas 5, Ardis, memberikan kesannya: ”Kegiatan hari ini seru sekali! Tadi saya menonton film Delisa. Saya sampai terharu melihat perjuangan Delisa menghafal bacaan sholatnya. Pelajaran yang saya ambil adalah sholat itu nomor satu, bagaimanapun keadaan kita. Temanya benar-benar pas, sekarang saya jadi lebih semangat untuk tidak telat sholat berjamaah di masjid.”
Dengan berakhirnya kegiatan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai Isra’ Mi’raj tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi benar-benar membekas dalam karakter siswa sebagai generasi yang rajin beribadah dan berakhlak mulia. (Salsabila/Mul)


