Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYRaker Hari Pertama Usai, Besok Lanjut Komisi-Komisi Krusial Berpotensi Diskusi Panjang

Raker Hari Pertama Usai, Besok Lanjut Komisi-Komisi Krusial Berpotensi Diskusi Panjang

MUDIPAT.CO – Rapat Kerja atau Raker SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) tahun pelajaran 2024/2025 hari pertama berlangsung lancar dan heboh, Sabtu (2/3/2024). Ada banyak hadiah untuk tim yang kompak dan kostum unik.

Raker mengusung tema Innovation and Collaboration, berlangsung di Auditorium TMB lt.4 Mudipat. Raker tahunan ini diikuti 150 guru dan karyawan Mudipat.

Turut hadir memotivasi peserta raker Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr M Ridlwan MPd, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Ustadz Sugeng Purwanto, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Ngagel Suyatno MPsi, dan Sekretaris Jenderal IKWAM/Komite Sekolah Dr Fatma.

Besok, Ahad (3/3/2024) adalah raker hari kedua. Ada lima komisi yang akan presentasi. Yaitu SDI/Sumber Daya Insani, SSR/School Social Responcibility, Sarpras, Kesiswaan, dan Umum. Kelima komisi ini cukup krusial. Sehingga rapat berpotensi rawan debat panjang bahkan debat sengit.

Adapun hari pertama raker berlangsung lancar, rapat diwarnai gagasan inovasi baru. Dari setiap komisi satu ke komisi lainnya memaparkan programnya dengan jelas dan konkrit. Ada enam komisi yang unjuk ke depan mempresentasikan program-programnya, antara lain: Komisi LPP (Lembaga Penelitian dan Pengembangan), Komisi Kurikulum, Komisi AIK, Komisi Bimbingan Konseling, Komisi Humas, dan ditutup oleh Komisi Tata Usaha.

Komisi LPP, membahas mengenai revitalisasi pembangunan di sekolah dengan harapan menjadi perbaikan akses belajar yang baik untuk masa mendatang. LPP yang digawangi Dr. H. Mulyana, S.Pd, M.Psi juga menyinggung soal pemberdayaan karyawan mudipat pasca pensiun.

Komisi Kurikulum juga programnya sangat menarik, mulai dari membuat buku atau bahan ajar sendiri, mekanisme perbaikan penilaian rapor yang fluktuatif agar stabil tiap tahun, Komunitas belajar, Digital Learning, serta peningkatan literasi anak melalui kegiatan sekolah.

Kemudian pada Komisi AIK fokus pada penanaman karakter yang Islami lewat pemaksimalan pembelajaran Aqidah akhlak, monitoring ibadah, serta membuat program syarat lulus wajib hafal juz 30. Lalu diteruskan Komisi BK yang membahas tentang penegasan masalah pergaulan anak-anak, penepatan potensi anak pada ekskul, dan penambahan personil guru bk untuk menunjang kelancaran program.

“Bimbingan kepada anak itu bukan hanya tugas BK, akan tetapi kita semua. Diharapkan kita semua memiliki kesadaran sehingga bisa andil dalam memperbaiki karakter dan akhlak anak lewat pendekatan yang berbeda namun tepat.” ukar Ustadz Edy Susanto MPd, sang kepala sekolah.

Dilanjut Humas, komisi ini membahas program yang sudah dijalankan seperti Guest Teacher, peningkatan kinerja digital dan medsos dengan membentuk tim digital marketing Mudipat, kerjasama pelaksanaan e-sport, serta membentuk komunitas menulis dan konten kreator.

Di penghujung acara, presentasi komisi Tata Usaha. Komisi ini memberikan terobosan seperti re-design atau penataan tempat kerja, membuat program duta literasi, dan pelengkapan data kesiswaan. (Siroj/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular