Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMotivasi Raker Mudipat, Ustadz Dr Ridlwan: Mudipat harus Terus menjadi Penakluk Kebodohan

Motivasi Raker Mudipat, Ustadz Dr Ridlwan: Mudipat harus Terus menjadi Penakluk Kebodohan

MUDIPAT.CO – Raker ini harus meberikan perubahan bagi sekolah. Program baru untuk kemajuan sekolah. Perubahan itu suatu keharusan kalau tidak mau berubah berarti tidak mengikuti sunnahtullah.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Dr M Ridlwan MPd pada Raker SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) tahun pelajaran 2024/2025, Sabtu (2/3/2024). Raker berlangsung hingga Ahad (3/3/2024). Kegiatan diselenggarakan di Auditorium TMB lt.4 Mudipat.

Raker mengusung tema Innovation and Collaboration, diikuti seluruh guru dan karyawan Mudipat. Hadir pula memotivasi peserta raker Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya Sugeng Purwanto, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Ngagel Suyatno MPsi, dan Sekretaris Jenderal IKWAM/Komite Sekolah Dr Fatma.

Ustadz Ridlwan mengatakan, pendiri Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan sebelum mendirikan Sekolah Muhammadiyah, beliau melihat bagaimana pendidikan orang-orang Belanda. Diamati sekolah Belanda secara penampilan berpakaian modern, sepatu, dan jas necis, lalu Kyai Dahlan meniru.

“Tapi bagi umat Islam lainnya di anggap kafir, namun akhirnya kelompok lain ya meniru juga, karena kalau tidak berubah akan ‘kalah’,” ucapnya.

Ditambahkan Muhammadiyah menjadi agen perubahan bagi masyarakat luas, maka diharapkan Mudipat juga harus menjadi sekolah yang siap terus lebih baik dan beda dari yang lain.

“Perubahan juga harus di lakukan melalui raker dan tiap komisi program harus ada yang berubah. Progam kerja yang bisa menjawab tantangan zaman 10-20 tahun ke depan,” terang wakil rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Ustadz Ridlwan menegaskan, Mudipat adalah lokomotif perubahan untuk seluruh sekolah dasar Muhammadiyah di jawa Timur, sehingga Mudipat kalau tidak mau berubah akan tergilas zaman.

“Masing-masing guru dan karyawan harus memahami visi misi tujuan sekolah. Membuat program kerja yang bagus untuk kemajuan anak-anak generasi penerus,” harapnya.

Di akhir pidatonya, mantan Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya itu mengisahkan, Muhammad Alfatih di umur 20 tahun sudah mampu menaklukkan Konstantinopel. Maka mudipat harus meneladani itu.

“Mudipat di umur ke-61 harus terus menjadi penakluk bagi kebodohan dan menjadi penakluk bagi keterbelakangan, maka harus maju dan berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya. (Adam/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular