Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYPemuda Sesungguhnya yang Mengatakan Ha Ana Dza

Pemuda Sesungguhnya yang Mengatakan Ha Ana Dza

MUDIPAT.CO – Menuju Indonesia emas 2045 akan datang sekitar 25 tahun lagi. Hal itu disampaikan Ustadz Edi Purnomo, S.Ag., M.Psi. dalam pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk kelas VI SD Muhammadiyah 4 (Mudipat Pucang Surabaya. Acara yang bertajuk Tangguh, Unggul, dan Berprestasi ini dihelat di Vila Narwastu Pacet Mojokerto (6-8/10/2023).

Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tambaksari ini menekankan bahwa acara LDK ini guna mempersiapkan anak yang tangguh alias nggak cemen. “Aja titik titik nangis. Gaprakan wani tapi digarai kancane nangis. Inna fataa man yaquulu haa ana dzaa. Wa laysal fataa man yaquulu kaana abii. Sesungguhnya pemuda tangguh itu yang mengakatakan inilah saya. Bukan yang mengatakan ini loh bapakku,” tegasnya.

Ia mengingatkan peserta LDK untuk fokus dan mengambil manfaat dari setiap kegiatan yang telah dirancang panitia. “Fokus ikuti kegiatan. Kemudian ayo merancang masa depan yang baik, maka tidak menutup kemungkinan kalian akan menjadi pemimpin masa depan 20 tahun mendatang,” harapnya sembari diamini seluruh peserta.

Materi LDK ini dirancang seseru mungkin. Seperti materi leadership, problematika remaja, menjaga almamater Mudipat, character building, keislaman dan kemuhammadiyahan. Mereka pun secara berkelompok telah mempersiapkan presentasi tentang bijak menggunakan gadget.

LDK Membentuk Pribadi Tangguh, Unggul, Berprestasi

Tiga hari Kegiatan LDK ini dirancang seperti acara perkaderan di Muhammadiyah. Selain materi yang padat dan terdapat forum group discussion (FGD), peserta dibiasakan tepat waktu, disiplin, cerdas menyelesaikan masalah, suka berkolaborasi, juga terbiasa shalat tepat waktu berjamaah.

Peserta juga dikondisikan dekat dengan alam agar terbiasa menjaganya. Shalat di bawah langit langsung menjadi hal baru bagi mereka. Mereka pun membawa tumbler dan berusaha mengurangi sampah. Makan secara mandiri dengan bertanggungjawab agar tidak menyisakan makanan, mengembalikan alat makan, dan membuang sisa makanan di tempat yang disediakan.

Ustadzah Dian Setia guru BK sekaligus panitia bagian reward ini menjelaskan bahwa siswa dikondisikan agar sabar dalam berproses. Dari proses antre, sabar menunggu, mandiri dan jauh dari orang tua serta gadget, hingga bertanggungjawab atas barangnya. “Harapannya mereka pulang terbiasa melayani diri sendiri dan sabar mengalami prosesnya,” tegasnya.

Setiap siswa juga memiliki peran dan tugas masing-masing seperti petugas kultum, adzan, iqomah, presentasi, moderator, master of ceremony (MC), qori’, juga ketua kafilah. (Erfin)

RELATED ARTICLES

Most Popular