Monday, February 9, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYInilah Proyek P5 Kelas 2, Siswa: Senang Ustadzah

Inilah Proyek P5 Kelas 2, Siswa: Senang Ustadzah

MUDIPAT.CO – Hari Rabu (16/8/2023) adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa Kelas II SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya. Pasalnya mereka akan menyelesaikan dan mengumpulkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) mereka.

Proyek yang sedang mereka kerjakan adalah menanam bibit jagung. Ini merupakan materi dari tema yang dipilih oleh Kelas II di Semester 1 tahun pelajaran 2023/2024, yakni Gaya Hidup Berkelanjutan dengan fokus Hidroponik.

Melalui tema Gaya Hidup Berkelanjutan, para siswa diajak untuk memahami dan menerapkan pola hidup yang sehat dan berkelanjutan. Harapannya dengan kesadaran dan tindakan konkret dari siswa, lingkungan sekolah dan sekitarnya dapat terjaga dan terpelihara dengan baik. Selain itu, siswa juga menjadi sadar apapun yang dilakukan akan berdampak pada lingkungan dan sekitarnya

.Koordinator Kelas II, Ustadzah Wiwik Sri Rahayu, S.Pd., menjelaskan pelaksanaan Kurikulum Merdeka memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Materi pada kurikulum ini masuk dalam jadwal pembelajaran di setiap minggunya. Untuk Kelas II, jadwal tersebut diberikan setiap hari Rabu. Guru pun membuat rincian materi setiap bulannya.

Ia pun menjabarkan rincian materi P5 pada bulan pertama, sebagai berikut, minggu ke-1 siswa mendapat materi Bagian Tumbuhan. Materi ini meliputi bagian tumbuhan dan fungsinya. Pada minggu ke-2, materi P5 tentang Jenis Tumbuhan (Air dan Darat). Materi minggu ke-3 meliputi Ragam Media (Tanah dan Air). Sementara pada minggu ke-4 adalah Penjelasan Hidroponik.

“Pada minggu ketiga inilah siswa mulai diperkenalkan menanam tumbuhan dengan media air, yaitu menanam biji jagung,” jelasnya.

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah jagung (5 biji), kapas (5 helai), satu gelas plastik diberi beberapa lubang, kaca pembesar (jika ada), dan penggaris.Sedangkan cara kerjanya sebagai berikut, pertama basahi kapas kemudian masukkan ke dalam gelas plastik.

Kedua, letakkan 5 biji jagung di atas kapas yang sudah basah. Ketiga, siramlah biji jagung dengan air secukupnya setiap hari agar kapas tetap lembab. Keempat, tancapkan pengaris pada gelas tanaman untuk mengukur tinggi batang tanaman. Kelima, amati pertumbuhan biji jagung selama enam hari sejak tumbuhnya tunas. Keenam, tuliskanlah hasil pengamatan dalam tabel yang tersedia.

Siswa pun secara bergantian memasukkan kapas yang sudah dibasahi ke dalam gelas plastik yang sudah disediakan. Kemudian meletakkan biji jagung di atasnya. Mereka sangat antusias dan semangat. Saat mereka membawa gelas plastik tersebut pulang, mereka lakukan dengan hati-hati seolah-olah sedang membawa barang yang sangat berharga.

“Takut jatuh Ustadzah, gelasnya,” Ucap Sherina siswi Kelas 2H. “Takut tumpah kapas dan airnya,” ucap teman lainnya menimpali.

Saat di rumah, mereka setiap hari mendapat tugas untuk mengamati dan menuliskan tinggi batang dan jumlah helai daun biji jagung tersebut. Pengamatan ini dilakukan mulai hari ke-1 sampai hari ke-6.Namun, setelah hari ke-6 ada beberapa siswa yang belum bisa mengumpulkan. Hal itu dikarenakan tidak semua biji jagung bisa tumbuh. Ada yang bisa tumbuh namun masih sangat kecil.

Sehingga mau tidak mau mereka harus melakukan percobaan lagi. Mereka boleh mengumpulkan tugas proyeknya Senin berikutnya.Para Ustadzah Kelas 2 pun tak lupa untuk memberi semangat pada mereka yang belum berhasil. “Lakukan percobaan lagi ya, tidak boleh menyerah. Jangan lupa berdoa dan siram biji jagungnya tiap hari dengan air yang cukup. Semangat!,” ucap Ustadzah Vivin Fitria, Wali Kelas 2E.

Siswa yang biji jagungnya bisa tumbuh tentu sangat senang. Mereka membawa hasil percobaanya dengan bangga ke sekolah. “Senang Ustadzah, tiap hari selalu tak lihat dan ukur,” ucap Almira Nusantara Hati siswa Kelas 2H. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular