Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYWarcil Bertanya, Tamu: Bahasa Jepang Kalian Bagus Tetaplah Jadi Anak Lucu dan...

Warcil Bertanya, Tamu: Bahasa Jepang Kalian Bagus Tetaplah Jadi Anak Lucu dan Selalu Tersenyum

MUDIPAT.CO – Empat dari 35 internasional internship teachers from Japan, UK, South Korea, and Malaysia yang berkunjung ke SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, diserbu wartawan cilik atau warcil Mudipat, Selasa (15/08/2023). Mereka mewawancarai tamunya secara eksklusif di ruang kepala sekolah.

Momen ini  tak mau disia-siakan oleh warcil, yakni siswa yang menjadi pewarta untuk meliput informasi dan mengabadikan momen penting. Mereka tak segan mewawancarai para mahasiswa asing itu dengan pertanyaan yang khas untuk anak-anak, dengan keberanian dan percaya diri yang tinggi.

“What do you think about Surabaya Indonesia, spesificly in Mudipat?” Tanya Alyssa salah satu warcil.

“I think peoples here are very humble, childrens like to smile, friendly, and I feel comfortable here”. Jawab Tamura, salah satu mahasiswa internship itu.

Saat dimintai pesan atau nasihat untuk siswa siswi Mudipat, Tamura Kazuki, mahasiswa dari Kagoshima University itu juga mengungkapkan dengan antusias.

”Bahasa Jepang kalian bagus sekali, tetaplah menjadi anak yang lucu dan selalu tersenyum, serta belajarlah dengan giat untuk cita-cita kalian.” Katanya dalam Bahasa Jepang.

Secara umum, empat perwakilan itu sangat antusias saat didatangi oleh anak-anak dan mengaku bahwa ia sangat ingin memiliki kesempatan untuk mengajar anak-anak banyak hal.

Sebagai informasi, tetamu asing ini berkunjung dalam rangka Summer Course program yakni kegiatan tahunan yang di adakan Fakultas kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair).

Drg Dini Setyowati MPH Phd, dosen FKG Unair mengungkapkan bahwa kedatangan 35 International Internship Teachers ini bertujuan sebagai pengabdian masyarakat dan sekolah terutama mengedukasi masalah kesehatan gigi untuk para siswa.

Para mahasiswa tersebut juga memberikan sosialisasi kepada guru dan juga dari pihak sekolah memberikan cinderamata berupa wayang sebagai bentuk budaya kearifan lokal. (Sirojuddin)

RELATED ARTICLES

Most Popular