Kakak Beradik Ini Harumkan Nama Sekolah, Raih Emas Lomba Bahasa Inggris dan Berkisah

230

MUDIPAT.CO – Kakak beradik M. Rafiful Akhlaq TH (VI-G) dan Adzkiyah Hanifah PH (IV-F) meraih medali emas dan membawa harum nama SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), baru-baru ini. Putra putri dari Kresna Handaya dan Syifaun Najibah itu memenangkan lomba Ismu in English dan lomba Berkisah dalam ajang Apresiasi Kreasi Seni Islami dan Sains, Sport, Mathematic, Islamic Olympic (SPOTIC) 2022, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Dengan sumbangan dua emas itu pula sehingga SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kembali mengukir prestasi sebagai Juara Umum dalam olimpiade tahunan SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya itu. SD Mudipat memborong 14 medali: 4 emas, 1 perak, 4 perunggu, dan 5 juara harapan, (Jumat-Sabtu, 4-5/11/2022).

14 medali membanggakan itu antara lain diperoleh dari 4 medali emas lomba Matematika, Sains, Ismu in English, dan Berkisah. 1 medali perak dari Matematika. 4 medali perunggu dari lomba renang putra, renang putri, tahfiz, dan lomba nasyid. Sedangkan 5 juara harapan dari lomba lari putra, futsal, qiroah, literasi dan lomba guru (P5).

Tentu banyak cerita suka dan duka dibalik kesuksesan tersebut. Bagaimana para duta sekolah tersebut berjuang keras untuk dapat meraih keberhasilan. Di tengah-tengah kesibukan belajar, mereka masih harus ekstra melakukan bimbingan dan belajar materi-materi lomba yang akan diikuiti.

Alhamdulillah kerja keras itu berbuah manis. Pepatah arab mengatakan man jadda wa jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Itu menjadi salah moto dan semangat dari para duta sekolah tersebut.

Ada rasa bangga dan haru saat meraih tropi juara. Seperti yang digambarkan oleh M. Rafiful Akhlaq peraih emas Lomba Ismu in English. Ia merasa sangat senang dan bangga bisa mengharumkan nama sekolah. Meski diawal-awal lomba sempat merasa deg-degan.

Menurutnya Rafif, panggilan akrabnya, selain terdapat sedikit masalah koneksi diawal lomba, juga ada masalah login. Ia merasa agak lega, saat melihat peserta yang lain juga mengalami masalah yang sama. Untuk login saja butuh waktu hampir 1.5 jam. “Sabar dan tidak boleh panik,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat pengumuman juara ia sudah was-was. Ternyata lomba Ismu in English dipanggil paling terakhir sebelum pengumuman lomba guru. Ia sudah pasrah, apalagi adiknya Adzkiya Hanifah yang juga ikut lomba Berkisah dan meraih medali emas. “Saya hanya berdoa dan berdoa saat menunggu tersebut,” ucap Rafif, siswa yang bercita-cita menjadi dokter bedah dan hafiz itu.

“Alhamdulilah saya sangat terharu dan bangga, saat nama saya dipanggil meraih juara 1 lomba Ismu in English. Saat bimbingan ustadzah pernah cerita kalau Ismu in English tahun kemarin tidak dapat juara. Itu memicu saya untuk semangat belajar dan bimbingan supaya dapat meraih juara,” ungkapnya.

Rafif mengungkapkan ia punya kesan tersendiri dengan lomba kali ini. Meskipun pelaksanaan lombannya offline, tetapi pengerjaan soal-soalnya tetap memakai HP/online. “Sekali lagi saya bahagia akhirnya saya bisa mengharumkan nama SD muhammadiyah 4 dengan meraih juara 1, tentu dengan bimbingan ustadzah-ustadzah hebat, Alhamdulillah,” ujar anak sholeh kelahiran Surabaya, 4 April 2011 itu.

Sementara itu, adik Rafif, Adzkiyah mengaku senang dan penuh syukur atas prestasi yang diraih. Baginya apa yang dicapai merupakan hasil dari usaha dan semangatnya. “Perasaan saya senang dan bersyukur alhamdulillah bisa jadi juara 1,” katanya.

Gadis kelahiran Surabaya, 14 Oktober 2012 itu lantas memberikan kesannya. Bahwa selama berlomba dia lumayan tegang karena mendapatkan nomor undian di terakhir.

“Tapi saya senang bisa melihat penampilan para peserta lain. Selain itu, ustadzah selalu mendampingi dan menyemangati saya selama perlombaan berlangsung. terimakasih ustadz ustadzah sudah membimbing saya hingga menjadi juara,” tutur anak cantik yang bercita-cita menjadi dokter anak, penulis, dan hafuzah itu. (azizah/mul)