Di MPLS, Mudipat Ajak Siswa Baru Menulis Surat ke Presiden Jokowi

317

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau mudipat menyambut siswa baru dengan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis-Jumat (14-15/7/2022).

MPLS tahun ini mengambil tema Merdeka Belajar, Merdeka Bermain, diikuti 225 siswa baru dibagi dalam sembilan kelompok dengan menggunakan nama-nama kota di dunia seperti Beijing, Istanbul, Malacca, Seoul, Sidney, Abu Dhabi, Mecca, Tokyo, dan New Delhi.

Siswa-siswi datang ke sekolah bersama orang tua masing-masing. Siswa-siswi mengikuti kegiatan MPLS di gedung belajar, sedangkan orang tua siswa mengikuti kegiatan silaturahim dengan pimpinan sekolah di The Millenium Building (TMB).

Kegiatan dimulai pukul 07.30 diawali dengan doa yang dipandu guru-guru di masing-masing kelas. Dilanjutkan perkenalan guru-guru dengan siswa baru.

“Anak-anak, nama saya ustadzah Eni, sebelum melakukan kegiatan, kita harus berdoa dulu, ayo kita sama-sama berdoa,” tutur ustadzah Eni memperkenalkan seraya mengajak berdoa.

Berikutnya siswa-siswi diajak menyanyi lagu Indonesia Raya, lagu Mars Mudipat dan lagu-lagu anak lainnya. Tidak ketinggalan, siswa-siswi juga dikenalkan Janji Pelajar Muhammadiyah. Pada MPLS kali ini siswa-siswi diajak menulis surat tentang harapan dan ajakan menjaga lingkungan alam.

Surat yang telah ditulis lalu dikirim ke Presiden Joko Widowo (Jokowi). Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dalam menulis surat. Seperti yang diperlihatkan siswi yang bernama Asha. Siswi kelas 1 F itu sangat senang ketika disuruh menulis surat untuk Presiden Joko Widodo. “Senang rasanya bisa menulis surat untuk Pak Joko Widodo Presiden Indonesia. Semoga beliau membaca surat saya,” ujar Asha.

Dalam suratnya, Asha menulis meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo untuk membantu membersihkan sampah supaya lingkungan bersih, indah, dan tidak banjir.

Setelah menulis surat, lalu siswa-siswi menempeli perangko nominal Rp5000 dua lembar, kemudian diserahkan ke kantor pos untuk dikirim ke alamat tujuan. Untuk memudahkan penyerahan ke kantor pos, mudipat mendatangkan mobil kantor pos dari Kantor POS Jemursari untuk stand by di sekolah.

Setelah materi di kelas, kemudian dilanjutkan wiyata mandala atau pengenalan lingkungan sekolah. Ada beberapa ruangan yang dikenalkan kepada siswa-siswa yaitu perpustakaan, lab. komputer, tata usaha, kantin, toilet, UKS, BK, lab. IPA, masjid, tempat wudhu, dan studio musik.

“Anak-anak, ini ruang UKS, kalian kalau merasa pusing, sakit perut, atau tidak enak badan, bisa istirahat di situ, nanti ada paramedis yang merawat kalian,” kata ustadz Indra Firdaus.

Selain siswa baru, MPLS juga diikuti siswa pindahan, tapi pelaksanaanya dipisahkan. “Tahun ini siswa pindahan yang mengikuti MPLS sebanyak 21 anak, berasal dari sekolah-sekolah di Jawa dan luar Jawa. Pelaksanaannya sehari ini saja, dilaksanakan Masjid KH Masjid Ahmad Dahlan Mudipat,” kata ustadz Nur Fuad Kepala Urusan Kesiswaan.

“Untuk sekolah luar Jawa diantaranya berasal dari Makasar, Balikpapan, Banjarmasin, dan lain-lain. Alhamdulillah, Mudipat telah dikenal di luar Jawa,” katanya.

Sementara Kepala Urusan Humas ustadz Farid Firmansyah menerangkan tahun pelajaran 2022/2023 ini kegiatan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah sudah dibolehkan pemerintah. Meskipun begitu kita tetap senantiasa menjaga kesehatan dan lingkungan alam serta menerapkan protokol Kesehatan.

“Itu sebabnya tadi siswa-siswi yang ikut MPLS diajak menulis surat ke Presiden Joko Widodo yang isinya harapan dan ajakan untuk menjaga kesehatan dan lingkungan alam, khususnya di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya. (Anang)