Yogyakarta ke Mudipat, Tamu: Tak Perlu ke LN untuk Melihat Sekolah Hebat, Ke Surabaya Saja!

135
Ustadz M. Syaikhul Islam MHI memberikan kenag-kenangan kepada Drs Ausath Asfianto. (mul/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) kembali kedatangan tamu istimewa, tamu studi banding, Sabtu (15/1/2022). Yakni 60 orang rombongan 8 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wirobrajan, Yogyakarta  beserta kepala sekolah dan guru perguruan Muhammadiyah naungan PCM Wirobrajan.

Kunjungan silaturahim itu secara khusus membincang tentang manajerial sekolah, kepegawaian, pembelajaran, dan strategi marketing sekolah. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Ngagel Kota Surabaya Ridwan MPd dan Kepala Mudipat M. Syaikhul Islam MHI beserta jajaran menyambut langsung tetamu tersebut.

Kegiatan di Mudipat adalah school tour di gedung belajar, ke gedung baru The Ahmad Dahlan plaza dan terakhir forum sharing di Auditorium The Millennium Building Mudipat. Usai acara di Mudipat para tetamu bergeser ke SMP Muhammadiyah 5 Surabaya dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.

Kepala Mudipat Ustadz M. Syaikhul Islam MHI pada sambutannya menyampaikan terima kasih menjadikan Mudipat sebagai salah satu tujuan studi banding tamunya tersebut. Dia berharap silaturrahim tersebut dapat membawa banyak manfaat.

“Selamat datang di Kampus Mudipat. Monggo yang menarik dari Mudipat dan dinilai merupakan hal baru yang perlu ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Silakan ATM,” katanya.

Sementara itu Drs Ausath Asfianto, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wirobrajan, Yogyakarta pada kesempatannya mengatakan berkunjung ke Mudipat, umumnya ke kompleks Perguruan Muhammadiyah Ngagel Surabaya akan banyak memberi inspirasi.

“Sekarang ini rasanya kita tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang, Eropa, atau negara-negar maju kalau hanya untuk melihat sekolah hebat. Cukup ke Surabaya saja. Di sini (Perguruan Muhammadiyah Ngagel) kita temui kelas-kelas internasional sistem pembelajarannya, sarana pasarananya, sungguh luar biasa sekali,” terangnya disambut aplaus seisi auditorium.

Lebih lanjut dikatakan, maksud tujuan ke Mudipat dan Perguruan Muhammadiyah Ngagel tak lain untuk menjalin tali silaturrahim dan studi banding.

“Jadi, bapak ibu sekalian, kehadiran kita di sini dalam rangka kami ingin bersilaturrahim, membangun sinergi kebersamaan untuk belajar meningkatkan kapasitas diri,” terangnya.

Maksud yang kedua, lanjutnya, adalah untuk me-refresh karena pihaknya merasa diterpa pandemi covid-19 sehingga tidak bisa berbuat banyak, telah dua tahun lamanya.

“Yang ketiga, bapak ibu sekalian khususnya kepala sekolah, saya berharap nanti ada tindak lanjut apa yang bisa dibawa dan diterpakan di Yogyakarta,” paparnya.

Sementara itu Ketua Diksadmen PCM Ngagel Ridwan mengatakan, perguruan Muhammadiyah Ngagel Surabaya tidak menerapkan sistem sentralisasi Perguruan Muhammadiyah Ngagel, melainkan memberi hak otonom kepada sekolah untuk memanajemen sendiri sekolahnya.

“Karena kami percaya kepala sekolah di Muhammadiyah Ngagel ini jujur-jurur dan pasti amanah. Jadi kami ada di ranah kontroling dan pengawasan. Program yang dijalankan dikonsulkan ke kami kalau baik ya kami dukung,” terangnya. (mul)