Wednesday, April 24, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMembatik Seru ala Siswa dan Guru Kelas III

Membatik Seru ala Siswa dan Guru Kelas III

MUDIPAT.CO – Setelah mendapat materi tentang membatik dari Dr. Moh. Huri, S.Pd., M.Sn., M.Art dalam kegiatan EG-Tea (exploring with Guest Teacher), siswa kelas III SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) sangat antusias untuk mempraktekkannya, Jum’at (10/9/2021). Tahap demi tahap, siswa mengikuti arahan dari Pak Huri-panggilan akrabnya.

Kali ini siswa akan berpraktek membuat batik shibori. Yakni teknik pewarnaan kain yang mengandalkan ikatan dan celupan. Shibori berasal dari Jepang yang mempunyai kata kerja shiboru, sehingga batik ini sering kali disebut dengan batik celup Jepang.

Amira Aqila Zahra 3F membuat 4 batik. (humasmudipat)

Teknis dalam membuat batik shibori, yaitu pelipatan, ikatan, dan pewarnaan. Tahap pertama adalah pelipatan. Siswa menyimak video tutorial bagaimana cara melipat kain. Selanjutnya mengikat dengan karet gelang. Agar siswa dapat menyimak dan langsung praktek, video pun diputar berulang-ulang. Selain itu, dengan sabar Pak Huri pun memberi arahan bagaimana melipat dan mengikat yang sesuai. Menurutnya jika lipatan maupun ikatan berbeda akan menghasilkan motif yang berbeda.

Langkah selanjutnya adalah pewarnaan. Owner batik Fankiz dan batik sapu lidi Isokuiki Surabaya ini menjelaskan mewarnai sebisa mungkin menggunakan tehnik gradasi. “Warna yang cerah adalah yang pertama, baru yang kedua agak gelap,” jelasnya.

Tehnik dalam mewarna, jika ingin ada motif warna putih, maka saat mencelup supaya tidak melewati karet. Namun jika mau full warna mencelupnya bisa melewati karet. “Semua tergantung motif yang diinginkan,” ujarnya.

Ustadz Wahidin membuat batik. (humasmudipat)

Siswa pun sangat antusias memparktekkan membuat batik. Bahkan ada beberapa siswa yang membuat batik lebih dari satu. Seperti Amira Aqila Zahra (III-F), ia membuat empat batik. “Habis seru Ustadzah, jadi pingin semuanya tak buat batik,” ucapnya.

Saat menunjukkan hasil karyanya, terlihat motif yang dihasilkan siswa sangat indah dan beragam. Mereka pun nampak senang dan puas. Kegiatan dengan tema Asik Membatik Melestarikan Budaya Bangsa ini memiliki kesan tersendiri bagi siswa.

Berikut beberapa kesan siswa dalam kegiatan membatik ini, perwakilan dari masing-masing kelas. Lyvenne Ayuki Cyra (III-A) sangat senang dan lega akhirnya bisa membuat batik. Sementara Alvis Zavier Harianto (III-B) mengungkapkan jika membatik itu mudah.

Selanjutnya kelas III-C diwakili oleh Rayhan Abimanyu Fadilah Kurniawan. Ia mengatakan membatik itu seru, jika ada membatik mau ikut lagi. Kemudian M. Fathan Iftikhar (III-D) merasa puas karena hasil membatiknya bagus. Balqis Aisyah (III-E), sangat terkesan dan bangga bisa membatik.

Sementara Qiana Ifani Arifin (III-F) merasa bangga dan senang membuat batik. Kalea Zahra Chunadi (III-G), selain senang juga merasa surprise. Amanda Aisha Khairani (III-G) selain merasa senang juga mau membuat lebih banyak. Terakhir dari kelas III-I Ahmad Zulfikar Alam, ia merasa deg-degan khawatir tidak jadi.

Selain siswa, semua guru Kelas III pun antusias ikut membatik. Dengan semangat Ustadz-Ustadzah pun mengikuti instruksi Pak Huri layaknya murid. Seperti Ustadz Wahidin membuat batik kombinasi warna biru muda dan hitam. Tak puas hanya membuat satu batik, ia pun mencoba membuat batik dengan warna yang lain. Begitu juga dengan Ustadz dan Ustadzah yang lain, mereka tidak puas hanya membuat satu motif batik.

Terakhir, Pak Huri berpesan ini baru langkah awal. “Setelah ini kalian bisa menggunakan pewarna batik yang sesungguhnya, supaya hasilnya lebih bagus dan menjadi inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain,” pesannya. (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular