MUDIPAT.CO – “Ramadhan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi sekolah kita SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Sekolah kita resmi ditetapkan sebagai Sekolah Model oleh Kementerian Pendidikan RI. Alhamdulillah.”
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustadz Edy Susanto, MPd., dalam sambutannya di sela acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mudipat yang digelar di TMB lantai 4, Sabtu siang (14/3/2026).
“Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini membawa berkah buat kita semua. Sekolah kita mendapatkan kehormatan terpilih sebagai Sekolah Model dari Kementerian Pendidikan RI,” ujar Ustadz Edy penuh syukur di hadapan para peserta RAT.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Republik Indonesia nomor 0010 tahun 2026. SK tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Gotot Suharwoto di Jakarta pada 12 Maret 2026.

Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan sekolah-sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lain dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan penguatan karakter.
Tercatat ada 321 sekolah dasar (SD) se-Indonesia yang masuk dalam daftar sekolah model. Dari jumlah tersebut, lima sekolah berasal dari Kota Surabaya, termasuk SD Muhammadiyah 4 Surabaya.
Adapun lima sekolah di Kota Surabaya yang terpilih yaitu SD Muhammadiyah 4 Surabaya, SDN Pacarkeling 5, SDN Keputran I/332, SDK Gloria 2, dan SDIT Al Uswah. Kehadiran sekolah-sekolah ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam penerapan pembelajaran modern di tingkat dasar.
Ustadz Edy menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya kebanggaan bagi Mudipat, tetapi juga amanah besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Kita harus menjawab kepercayaan ini dengan kerja nyata, menghadirkan pembelajaran yang mendalam dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
“Dengan terpilihnya Mudipat sebagai Sekolah Model, semoga kita semakin banyak inovasi lahir dari ruang-ruang kelas. Ramadhan kali ini benar-benar menjadi momentum penuh berkah, alhamdulillah,” Syukur pria asli Nganjuk itu. (Mul)


