Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYNgabuburit Nulis Buku, Wakil Kepala: Dengan Menulis Tak Akan Pikun

Ngabuburit Nulis Buku, Wakil Kepala: Dengan Menulis Tak Akan Pikun

MUDIPAT.CO – Tim Ekskul Menulis SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) setiap tahun selalu melatih anak-anak didik  Mudipat untuk menulis sebuah cerita pendek atau cerpen. Selanjutnya cerpen-cerpen siswa itu diabadikan ke dalam buku antologi ber-ISBN.

Pelatihan menulis kali ini dikemas via daring dengan aplikasi zoom meeting. Pelatihan bertajuk Ngabuburit Nulis Buku dengan tema Aku Bisa Menulis Buku Best Seller, Jumat (7/5/2021). Acara tersebut diikuti 25 peserta dari kelas 1 hingga kelas 6.

Ngabuburit (menunggu bedug adzan magrib) dimaksudkan karena kegiatan ini dilaksanakan menjelang buka puasa atau momentum Ramadhan.

Ustadzah Tazkiyah mengisi ngabuburit nulis buku. (mul/mudipat.co)

Ada tiga materi singkat dari tiga narasumber yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Narasumber pertama Ustzh Syamsa Midar menyampaikan cara menggali ide untuk menulis. Narasumber kedua Ust Mulyanto mengupas cara membuat kalimat pembuka dan ending cerita. Sedangkan narasumber ketiga Ustzh Tazkiyah El Hawa membeber kiat menulis cerpen yang menyentuh kalbu pembaca.

“Menulis itu sebuah ekspresi kekayaan ilmu di otak kita. Apalagi cerpen atau fiksi. Kita bisa menghidupkan lampu, uang koin, laptop, buku dalam cerita kita. Karena kita yang membuatnya bisa bergerak bisa bicara di situ layaknya manusia. Jadi tokoh dalam menulis cerpen Tidak harus manusia,” terang Tazkiyah yang sekaligus memandu workshop penulisan cerpen.

Setelah selesai materi kemudian dilanjutkan workshop menulis cerpen. Karya peserta itu yang diproyeksikan menjadi buku antologi. Peserta ditugasi menulis cerpen bertema karakter. Yakni kejujuran, kemandirian, dan pantang menyerah.

Sementara itu Wakil kepala sekolah Ustzh Aliyatuz Zakiyah membuka acara tersebut. Pada sambutannya Guru Eksak itu menyampaikan pentingnya menulis buku. Sebab dengan menulis seseorang berarti sedang mengabadikan hidupnya. Bapak BJ Habibie presiden ketiga Indonesia itu, beliau menulis buku dan mengaku dengan menulis banyak manfaatnya.

“Yaitu salah satunya tidak pikun. Dan memang dengan menulis otak kita akan terjaga dan terjauhkan dari kepikunan,” tuturnya. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular