Begini Keseruannya Arek II-E Mudipat Bermain Puzzle Surat Al Muthaffifin

498
Perwakilan kelompok sedang demonstrasi karyanya di depan kelas. (Azizah/mudipat.co)

MUDIPAT.CO – Pelajaran Al Quran identik dengan hafalan, murajaah dan menulis Al quran sesuai dengan surat yang dihafalkan di level kelas masing-masing. Untuk kelas kelas semester 2 materi hafalannya adalah Surat Al muthaffifin. Jika ustadz/ustadzah datang di kelas saat jam pelajaran Al quran, siswa  sudah bisa menebak paling kegiatan pembelajaranya seperti itu-itu saja.

Untuk menghilangkan kebosanan dan tercipta suasana baru, maka siswa kelas II-E diajak untuk bermain game, Kamis (21/3/2019). Tentu, game yang ada hubunganya dengan materi hafalan. Saat aku bilang hari ini kita akan bermain game, sontak mereka terkejut dan heran.

“Lho, hari ini tidak hafalan ustadzah?” tanya mereka hampir berbarengan. Kemudian saya jelaskan jika hari ini kita tetap murajaa, namun dengan materi berbeda. “Hari ini kita akan bermain game, yaitu menyusun puzzle surat Al Muthaffifin,” jelasku.

Seketika terlihat wajah sumringah mereka. “Horeee…,” jawab mereka berbarengan. “Ayo Ustadzah, cepetan,” ucap Dito tidak sabar.

Selanjutnya aku jelaskan cara bermain game ini. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari tiga sampai empat siswa. Kemudian masing-masing kelompok diberi lem, selembar kertas dan amplop yang berisi potongan surat al muthaffifin. Dengan waktu yang sudah ditentukan mereka harus mampu menyusun puzzle tersebut dengan urut dan benar.

Saat membuka amplop, beberapa dari mereka tampak terkejut. “Wow, tulisanya arab,” ucap Bima sambil pegang keningnya. Namun beberapa dari mereka tampak senang dan langsung sigap menyusun potongan puzle tersebut.

Beberapa menit kemudian, kelompok Rasyifa mampu menyelesaikan puzle terlebih dulu. Kemudian disusul kelompok Kenny dan seterusnya. Namun, ada juga kelompok yang belum bisa menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sebabnya, ada satu potongan surat yang hilang. Hingga teman-temanya yang lain membantu untuk mencarikan. “Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu,” seru Dito dengan girang.

Siswa terlihat sangat antusias dan senang dengan pembelajaran ini. Apalagi saat mampu menyelesaikan tantangan yang diberikan. “Seru, namun agak sulit sedikit saat harus menyusun puzzle dengan tulisan arab,” kesan Khansa.

Dengan permainan ini, siswa tetap bisa murajaah dan mengenali tulisan arab dari surat yang dihafalkan. Disamping itu juga mereka bisa bekerjasama satu dengan lainya.Yang lebih penting lagi tumbuhnya semangat baru dalam belajar. (azizah)