Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMenyusuri Melaka “Kembang Jepunnya” Malaysia

Menyusuri Melaka “Kembang Jepunnya” Malaysia

MUDIPAT.CO – Dulu, hanya mendengar Melaka dari buku sejarah dan lagunya penyanyi legendaris Poppy Mercuri,” Di selat Melaka, di ujung Sumatera….”. Akhirnya bisa berkunjung ke kota penuh sejarah tersebut bersama guru dan karyawan SD Muhammadiyah 4 Pucang-Surabaya, dalam rangka employee gathering, Jumat-Minggu (22-24/2/19).

Ada rasa senang, haru dan bangga. Kesan pertama menyusuri kota ini, seperti sedang berada di kampung pecinan, Kembang Jepun-Surabaya. Deretan bangunan tua yang terawat semakin menambah pesona dan daya tarik kota ini. Seperti kesan Ustadz Sulthon Azis-guru AIK yang ikut dalam rombongan ini.

“Kita seperti di Kembang Jepun. Ya, hampir sama di sini juga banyak bangunan tua,” kesannya.

Seperti halnya Indonesia, Melaka juga pernah dijajah oleh Portugis, Belanda dan Britania Raya. Karena itu jejak sejarah berupa bangunan, tentu tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Selain itu, perkembangan kota juga bisa dilihat dari megahnya bangunan yang menjamur di sini.

Terlebih rombongan tiba di kota ini saat malam hari, langsung terkesan dengan indahnya lampu-lampu yang menghiasi kota ini. Semakin takjub lagi saat kami menyusuri Melaka River Cruise dengan boat. di Sepanjang sungai, kami disuguhi pemandangan kota yang aduhai. lampu-lampu warna-warni, deretan kota dan bangunan yang teratur dan bersih.

Sungguh kami membayangkan seandainya, Indonesia terlebih Surabaya bisa punya destinasi seperti ini. Selain itu, kami juga berkunjung ke Menara Tamingsari. Meski tidak bisa naik ke puncak Menara untuk melihat Kota Melaka ini dari ketinggian, namun kami masih senang dengan menikmati destinasi di sekitarnya. Seperti  naik becak hias dan berburu berbagai makanan khas dan oleh-oleh di Up town night market (pasar malam) yang hanya buka Jumat-Ahad saja.

Pagi harinya, kami bisa melihat Museum Maritim (meski belum buka), titik nol Melaka, Christ Church Melaka (gereja merah). Yang lebih seru lagi adalah swafoto bersama rombongan. Tiap momen rasanya tidak afdol jika tidak diabadikan. Seru bukan? (Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular