Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYSilaturrahim dengan Calon Orangtua Siswa, Kepsek: Per Juli 2019 Mudipat Resmi Memiliki...

Silaturrahim dengan Calon Orangtua Siswa, Kepsek: Per Juli 2019 Mudipat Resmi Memiliki MBS

MUDIPAT.CO – Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) Muhammad Syaikhul Islam, MHI menegaskan, ada dua program baru dan unggulan SD Mudipat yang akan bergulir mulai tahun pelajaran 2019/2020.

“Yaitu, kelas internasional yang akan dibuka untuk dua kelas. Peserta didik di kelas internasional akan di seleksi dan nantinya akan mendapatkan materi yang berbeda (dengan kelas reguler),” jelas Syaikhul pada Silaturrahim Pimpinan Mudipat dengan calon orangtua siswa tahun pelajaran 2019/2020 di Auditorum TMB, Sabtu (6/10/2018). Acara ini bersamaan dengan kegiatan pemetaan calon siswa baru sejumlah 142 siswa.

Kepala sekolah (kepsek) asli Bojonegoro itu juga menegaskan, materi kelas internasional yang berbeda meliputi proses KBM menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, mendapatkan special treatment in English, outing class, TOEFL test, international student English, dan learning with native speaker.

“Insyaallah tahun depan kita mulai jalankan bersama-sama,” katanya.

Program baru unggulan lainnya, lanjut Syaikhul, adalah Muhammadiyah 4 Boarding School (MBS) atau pondok pesantren Muhammadiyah 4. Program ini sebagai upaya menjawab kebutuhan orangtua siswa yang menginginkan adanya MBS di Mudipat.

“Kelas pesantren ini sudah kami siapkan. Awal tahun kita akan renovasi rumah depan sekolah yang selama ini dijadikan guest house. Jadi, untuk awal tahun pelajaran 2019/2020 nanti, per Juli 2019 kita resmi mempunyai Muhammadiyah 4 Boarding School,” tegas alumnus UINSA Surabaya itu.

Teknisnya, pesantren ini akan diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 melalui seleksi untuk mengambil sejumlah 60 siswa. Jumlah itu dikatakan Syaikhul baru sebagai piloting program. Di pesantren ini para siswa akan bermalam di sekolah selama tiga hari. Senin, Selasa, dan Rabu untuk santri putra. Kamis, Jum’at, dan Sabtu untuk santri putri.

“Insyaaallah mereka (santri MBS) akan mempunyai kualifikasi lebih. Dalam kompetensi tahfidzul Qur’annya minimal hafal satu sampai dua juz. Tapak sucinya lebih baik, termasuk mampu mengintegrasikan antara Al-Qur’an dan sains,” tandas Bendahara Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur itu disambut aplaus seisi auditorium. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular