Saturday, May 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYLomba Memasak di SD Mudipat Pucang, Banyak yang Bingung Memasak Lobak

Lomba Memasak di SD Mudipat Pucang, Banyak yang Bingung Memasak Lobak

“Masak apa ini Bu?Proteinnya mana,” tanya Jaminah, S.Gz. RD saat menilai lomba memasak di  SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau SD Mudipat Pucang pada Sabtu (11/08/2018). Diadakan untuk memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Indonesia.

Jaminah menjelaskan, makanan harus mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh, lengkap ada karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin  dengan porsi yang seimbang.

“Masakan diusahakan harus ada sayuran, itu sangat bagus terutama untuk anak-anak. Pembinaan tumbuh kembang yang baik sejak dini akan menciptakan anak yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Selain Jaminah, ada satu lagi juri yaitu  Evializa Meiwarty, SKM. RD. Mereka berdua adalah ahli gizi dari Instalasi Gizi RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Evializa menambahkan, ketika akan menggoreng, harus diperhatikan suhu minyak. “Ketika minyak dipanaskan lalu keluar gelembung-gelembung kecil, harus segera digunakan menggoreng, jangan nunggu lama-lama,” jelasnya.

“Suhu terlalu panas bisa merubah minyak dari tak jenuh menjadi jenuh, itu tak baik buat kesehatan,” sambungnya.

Sementara Sumarlik, Ketua Panitia Lomba mengatakan, lomba memasak diikuti 12 tim, terdiri dari guru dan karyawan. Satu tim terdiri dari 4-5 orang.

Sumarlik menambahkan, peserta diberi waktu memasak 90 menit. “Peserta diberi waktu memasak 90 menit harus bisa dimanfaatkan untuk memasak bahan-bahan yang disediakan panitia,” ujarnya.

“Panitia menyediakan sawi, wortel, kembang kol, lobak, labu, kentang, jagung, kubis, bakso, sosis, udang, ikan bandeng, dan bumbu. Semua bahan-bahan itu harus dimasak semua,” jelasnya.

“Kalau ada bahan-bahan yang tidak dimasak, bisa mengurangi nilai. Ada beberapa kelompok yang tidak memasak lobak, karena tidak tahu harus di masak apa lobak itu,” katanya.

“Kriteria penilaian yaitu kreativitas/inovasi, penyajian, citarasa, kebersihan, dan kekompakan,” sambungnya. (Anang)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RELATED ARTICLES

Most Popular