Farzana Allya Ramadhani, siswi kelas 5-E SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) memang luar biasa. Farzana selalu mengukir prestasi gemilang. Belum lama ini ia berhasil meraih Silver Medal atau Juara 2 pada Turnamen Basket Internasional 14th Asia Pacific Cup yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25 – 29 Maret 2026.
Kejuaraan bergengsi yang diselenggarakan oleh FIBA (Federation Internationale de Basketball) dan SG Basketball Pte Ltd ini diikuti oleh peserta dari 18 negara, meliputi Amerika Serikat, Australia, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Philipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Bangladesh, Vietnam, Hongkong, Rusia, Taiwan, dan Uni Emirat Arab.

Pada turnamen ini, Farzana menjadi satu-satunya siswi Mudipat yang terpilih mewakili Indonesia. Dari 12 pemain putri yang dikirim, Fana, sapaan akrabnya, menjadi satu-satunya pemain asal Kota Surabaya.
“Alhamdulillah saya terpilih di tim ini. Pemain yang lain berasal dari Jakarta, Bandung, Banten, Tangerang, Jogja, Blitar, dan Samarinda,” ujar Fana dengan penuh syukur.
Turnamen di Kuala Lumpur ini merupakan turnamen internasional ketiga bagi Fana setelah sebelumnya tampil di Taiwan dan Korea Selatan. Meski sudah berpengalaman, rasa gugup tetap dirasakannya. Pasalnya, jika di dua turnamen sebelumnya ia bermain di tim mix bersama pemain putra, di Malaysia ini untuk pertama kalinya Fana bermain di tim putri. Tantangan lain, ia harus bermain bersama kakak-kakak yang telah berusia 13 tahun, sementara Fana masih berusia 11 tahun.
“Alhamdulillah di dalam lapangan segala ketegangan itu hilang, meskipun sampai harus bergulingan tertabrak pemain Sri Lanka dan Australia yang secara fisik jauh lebih besar, tetapi kami berhasil membawa pulang trofi dan medali perak untuk Indonesia,” ceritanya.
Prestasi Fana tidak lepas dari bimbingan pelatihnya, Coach Kevin Kurniawan, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya, H. Winoto Widiasmoro, ST., MM. dan Dr. Hj. Fatmah.

Mengenai harapannya ke depan, keluarga berharap Fana bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. “Mudah-mudahan kami bisa meraih medali emas tahun depan. Mohon doanya ya Ustad, Ustadzah, dan teman-teman, semoga Fana diberi kemudahan dan kesempatan untuk membawa kebanggaan bagi Indonesia, Mudipat, orang tua, dan diri sendiri. Aamin,” harap orang tua Fana.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., mengaku sangat bangga atas capaian Fana. “Prestasi yes, ibadah juga yes, terpenting jaga stamina dan jaga sholatnya ya nak,” pesan Ustadz Edy. (Mul)


