MUDIPAT.CO-Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia diwawancarai duo wartawan cilik (warcil) SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Refania Anindiya Rafani (V-G) dan Muhammad Raffael (VI-A).
Wawancara ini dilakukan dengan cara doorstop, ketika dia menghadiri sebuah acara di Gedung Graha Pena, Rabu, (1/7/2026) sore.
Warcil berangkat dari rumah masing-masing menuju Gedung Graha Pena di jalan Ahmad Yani Surabaya. Setibanya di lokasi, duo warcil menunggu Nunuk selesai menghadiri sebuah acara. Mereka menunggu di depan sebuah minimarket yang ada di dalam Gedung Graha Pena.
Mereka memanfaatkan waktu menunggu untuk berlatih wawancara. Ditemani kudapan dan minuman ringan, mulut mereka komat-kamit menghafalkan pertanyaan yang akan diajukan ke Nunuk.

Setelah menunggu sekitar tiga jam lebih, Nunuk pun keluar. Duo warcil bergegas menghampirinya. Mereka menyapa, salam, dan meminta izin untuk wawancara. Lalu Nunuk membalasnya dengan senyuman dan anggukan pertanda mau diwawancarai.
Kemudian Raffael bertanya apa tugas-tugas Dirjen GTK. Dengan senyum ramah dia menjawab pertanyaan itu. “Tugas-tugas Dirjen GTK adalah mengelola guru dan tenaga kependidikan seluruh Indonesia,” katanya.
Giliran Refania mengajukan pertanyaan. Dia menanyakan bagaimana upaya untuk meningkatkan literasi dan numerasi pelajar di Indonesia.
“Berbicara mengenai upaya meningkatkan literasi dan numerasi, kita ada Gerakan Literasi Nasional dan Gerakan Numerasi Nasional, yang mana melalui peningkatan kompetensi guru. Guru-guru ditingkatkan lagi kemampuan belajar mengajar literasi dan numerasinya,” jelasnya.
Lalu Raffael bertanya upaya meningkatkan kompetensi guru agar mengajarnya menyenangkan. Dia menerangkan upaya meningkatkan kompetensi guru dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di seluruh Indonesia.
“Melalui UPT kita melakukan pelatihan-pelatihan terkait pedagogi atau cara mengajar, agar guru-guru meningkat kemampuan mengajarnya,” katanya.
Terakhir, Refania meminta pesan-pesan untuk anak-anak Indonesia. “Untuk anak-anak Indonesia, sekarang kan ada Sekolah Ramah Anak, jadi belajar yang baik, hindari bullying, jalankan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, Tidur Cepat,” terangnya. (Aji)


