Saturday, May 2, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYMembangun Karakter Qur’ani: Kisah Kesabaran Nabi Ayub dan Spirit Kejujuran Disampaikan di...

Membangun Karakter Qur’ani: Kisah Kesabaran Nabi Ayub dan Spirit Kejujuran Disampaikan di Darul Arqam Mudipat

MUDIPAT.CO – Semangat spiritualitas menyelimuti kompleks SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya pada Kamis siang, 26 Februari 2026. Di bawah hangatnya mentari setelah melaksanakan shalat berjamaah, para siswi kelas 3 dan 4 kembali berkumpul dengan antusias untuk melanjutkan rangkaian materi ke-7 dan ke-8 dalam agenda tahunan Darul Arqam.

Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni Aula The Millenium Building (TMB) dan Masjid KH. Ahmad Dahlan, menjadi momentum penting bagi para siswi untuk menyelami keteladanan para nabi dan memperkuat akhlak mahmudah.

Keteladanan Nabi Ayub A.S: Menanamkan Sabar Tanpa Batas. Di Aula TMB, suasana tampak khidmat saat ratusan siswi kelas 4 putri menyaksikan sebuah video kisah teladan Nabi Ayub A.S. Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Sumarlik menyajikan potret kesabaran luar biasa seorang hamba Allah yang diuji melalui kehilangan harta, keluarga, hingga menderita penyakit kusta yang sangat berat.Ustadzah Sumarlik menjelaskan bahwa meski Nabi Ayub diusir dari tempat tinggalnya, beliau tidak pernah sekalipun mengeluh.

Syetan itu sangat iri kepada Nabi Ayub. Itulah mengapa ia terus berusaha menggoyahkan iman beliau. Namun, Nabi Ayub justru semakin mendekat dan berdoa kepada Allah,” urai Ustadzah Sumarlik di hadapan para siswi.

Puncak kisah yang memukau para peserta adalah saat mukjizat Allah turun. Atas perintah-Nya, Nabi Ayub menghentakkan kakinya ke bumi, hingga memancarlah air yang seketika menyembuhkan penyakitnya setelah beliau membasuh diri.

“Apapun keadaan kita, itu adalah ujian untuk kita. Kuncinya adalah tetap taat dan patuh untuk beribadah,” tegas Ustadzah Sumarlik menutup materinya. Refleksi mendalam dirasakan oleh Alea, siswi kelas 4 E.

Dengan wajah berseri-seri, ia mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Nabi Ayub. “Saya jadi lebih semangat beribadah. Ternyata kita harus sabar dan tabah menghadapi ujian. Salah satu cara saya mempraktikkannya adalah dengan bersungguh-sungguh dan fokus beribadah di bulan Ramadhan nanti,” ungkapnya penuh semangat.

Pentingnya Sikap Jujur. Pada saat yang bersamaan, atmosfer penuh kegembiraan juga terasa di Masjid KH. Ahmad Dahlan. Di sana, siswi kelas 3 putri mengikuti materi tentang “Sikap Jujur” yang disampaikan oleh Ustadzah Homsiyah.

Dalam penjelasannya, Ustadzah Homsiyah menekankan bahwa jujur adalah bagian dari akhlaq mahmudah (terpuji), yang merupakan lawan dari akhlaq madzmumah (tercela). Agar materi tidak membosankan, ustadzah memberikan berbagai perumpamaan sikap jujur yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan sekolah hingga rumah.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Tak hanya itu, kreativitas siswi juga diasah melalui berbagai aktivitas seru, antara lain: Balas Pantun: Perwakilan kelompok maju untuk membawakan pantun bertema kejujuran. Konten Tren: Siswi diajak membuat simulasi konten yang sedang tren namun tetap bermuatan edukasi moral. Quotes of the Day: Pembuatan kata-kata bijak tentang pentingnya berkata jujur di segala situasi.

Rangkaian materi siang itu berhasil mengugah ghirah (semangat) para siswi dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui kisah Nabi Ayub yang tabah dan materi kejujuran yang menyenangkan, SD Muhammadiyah 4 Surabaya berharap para siswi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan integritas moral yang tinggi. Acara ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya sesi materi siang yang penuh makna tersebut. (Syahara/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular