Monday, November 2, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYKalila, Siswi Kelas 1 Mudipat Sumbang Rekor Muri 6 Buku Cerita di...

Kalila, Siswi Kelas 1 Mudipat Sumbang Rekor Muri 6 Buku Cerita di Usia 7 Tahun

Usia boleh belia, tapi karya tak bisa sudah luar biasa. Brisia Arumi Kalila Fauzi, siswi kelas 1F SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) yang akrab disapa Kalila, berhasil menghasilkan 6 karya buku cerita anak bergambar (picture book) di usianya yang masih sangat muda.

Keenam karyanya berjudul Be Brave, Little Penguin, The Little Mermaid (adaptasi putri duyung), Jake and The Beanstalk (adaptasi pohon kacang ajaib), Lila dan Biji Kecil, Oraya dan Hutan Berbisik, serta Diary Wallaya. Karya-karya tersebut lahir dari proses berkarya mandiri maupun kolaborasi hangat bersama Mama.

Dari enam karya itu, tiga di antaranya sudah dipublikasikan, yakni Be Brave Little Penguin pada Agustus 2025, The Little Mermaid pada November 2025, dan Lila dan Biji Kecil pada Oktober 2026.

Dari semua karyanya, buku Lila dan Biji Kecil menjadi yang paling istimewa bagi Kalila. “Buku ini sangat spesial karena ini adalah buku pertama Kalila yang bisa dibaca dan dinikmati teman-teman SD Mudipat serta turut berkontribusi untuk program Sabuku,” ujarnya.

Kalila mengaku sangat senang dan bangga karena ide serta imajinasinya bisa menjadi buku nyata yang bisa dibaca banyak orang, dan ia ingin terus belajar menggambar serta membuat cerita yang lebih menarik lagi.

Karya Kalila lahir dari kolaborasi ibu dan anak yang penuh cinta. Kalila membawa ide, imajinasi, serta semangat bercerita dan menggambar, sementara Mama mendampingi melalui diskusi, pengembangan cerita, dan penyempurnaan karya dengan tetap memberi ruang agar ide Kalila tumbuh apa adanya.

Orang tua Kalila, Marlina dan Hilal Fauzi, merasa sangat bersyukur. “Bagi kami, proses ini bukan semata-mata tentang menghasilkan buku, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Kalila untuk belajar, melatih kesabaran, membangun rasa percaya diri, dan menghargai setiap proses. Kami berharap Kalila selalu menikmati proses berkarya dan memahami bahwa perjalanan belajar tidak kalah berharga dari hasil akhirnya,” tutur mereka. (Erfin)

RELATED ARTICLES

Most Popular