Medali emas sudah di tangan, tetapi Muhammad Sharga Haidar Mushaf belum mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Siswa kelas 3E SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) ini sukses meraih Juara 1 dalam kejuaraan taekwondo tingkat Kota Surabaya, Sabtu (31/10/2026).
Haidar tampil dalam kejuaraan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya di Gelora Bung Tomo. Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai wilayah di Surabaya dan Gresik.
Di tengah persaingan tersebut, Haidar mampu menunjukkan performa apik hingga meraih posisi tertinggi. Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama keluarga dan sekolahnya.
Namun, ada hal menarik di balik kemenangan itu. Menurut ibunya, Selvia Wijaya, Haidar masih memiliki sejumlah evaluasi setelah pertandingan.
“Dia belum sempat mengeluarkan dua tendangan andalannya, yakni tendangan putar dan scorpion kick,” ungkapnya.
Meski demikian, hasil pertandingan ini menjadi modal berharga bagi Haidar untuk meningkatkan kemampuannya. Ia mengaku senang atas pencapaian tersebut dan berharap bisa berlatih lebih baik lagi.
Haidar juga ingin mengasah kekuatan tendangannya agar semakin keras dan efektif saat bertanding. Target itu menjadi tantangan berikutnya setelah sukses membawa pulang medali emas.
Prestasi Haidar mendapat apresiasi dari Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edy Susanto, M.Pd.
“Keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi Haidar untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuannya,” ujarnya.
Namun, bagi Edy, prestasi olahraga tidak cukup diukur dari medali yang berhasil diraih. Sikap rendah hati, kedisiplinan beribadah, dan penghormatan kepada orang tua juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter seorang siswa.
“Utamanya tak boleh sombong, terus jaga sholat dan cintai orang tua karena itu kunci kemenangan sejati,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemenangan di arena pertandingan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Kemampuan mengendalikan diri, menjaga akhlak, dan terus belajar justru menjadi bekal penting bagi seorang atlet muda.
Bagi Haidar, medali emas ini bukan garis akhir. Masih ada teknik yang perlu diasah, tendangan yang perlu diperkuat, dan kesempatan lain untuk membuktikan kemampuannya. Sebab, juara sejati bukan hanya mereka yang mampu mengalahkan lawan, melainkan juga mereka yang terus berlatih tanpa kehilangan kerendahan hati. (mul)


