MUDIPAT.CO – Ajang pergelaran budaya bergengsi, Festival Yosakoi Surabaya 2026, yang digelar di Balai Pemuda pada Minggu (12/7/2026) menjadi momen tak terlupakan bagi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Tim tari perwakilan sekolah yang diberi nama “Mudipat Saikou” berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang trofi Juara Kostum Favorit Kategori Anak.
Tim yang terdiri dari 25 siswa-siswi berbakat dari kelas 3 hingga 6 Sekolah dasar ini sukses mencuri perhatian dewan juri dan penonton. Di balik gerakan mereka yang lincah dan enerjik, daya tarik utama yang mengantarkan mereka pada kemenangan adalah desain kostum yang sangat kreatif, ceria, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan.
Berkompetisi di antara 30 peserta, Mudipat Saikou tampil memukau mengenakan busana perpaduan gaya tradisional Jepang yang dimodifikasi dengan sentuhan modern. Kostum tersebut memancarkan nuansa ceria melalui gradasi warna pastel yang lembut, kombinasi merah muda, biru muda, dan kuning, serta dipenuhi dengan corak bunga sakura yang indah.
Hebatnya, busana ini dirancang langsung oleh pelatih Ekstrakurikuler Bahasa Jepang, Ustadzah Hida Maulina. Desainnya dibuat sangat ramah anak dan selaras dengan identitas siswi Muslimah. Penggunaan hijab berwarna abu-abu terang untuk siswa putri, tampak sangat serasi dengan atasan bernuansa pastel. Potongan busana ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sangat menunjang mobilitas dan kelincahan tarian yang dibawakan.

Sebagai penyempurna, penggunaan sabuk obi bermotif batik berwarna cokelat dengan aksen bunga cantik di bagian tengah memberikan siluet pakaian yang rapi, elegan, sekaligus menonjolkan keindahan sentuhan lokal Nusantara.
Penampilan Mudipat Saikou juga semakin totalitas dengan riasan wajah bernuansa glitter yang imut di bagian pipi. Tak ketinggalan, genggaman Naruko (alat musik ketuk kayu khas Yosakoi) berwarna merah cerah di tangan mereka terus bergemerincing seirama dengan alunan musik dan semangat kekompakan tim.
Kemenangan di festival yang merupakan wujud persahabatan sister-city antara Kota Surabaya dan Kota Kochi, Jepang ini terasa semakin istimewa. Pasalnya, keikutsertaan tahun ini merupakan pengalaman perdana bagi tim Mudipat Saikou dalam mengikuti kompetisi Yosakoi. Meski baru pertama kali turun ke arena perlombaan, mereka langsung berhasil membuktikan kualitasnya dan menyabet gelar juara. Penghargaan bergengsi ini tentunya menjadi buah manis dari kerja keras anak-anak dalam berlatih, dedikasi para guru pembimbing, serta dukungan penuh dari para wali murid yang luar biasa.
Prestasi Mudipat Saikou membuktikan bahwa kreativitas dalam memadukan keindahan akulturasi budaya dapat dikemas dengan apik, sopan, dan estetis. Menanggapi kemenangan ini, Ustadzah Hida tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya dan menitipkan harapan besar bagi anak-anak didiknya.
”Alhamdulillah, untuk anak-anak Ekskul Bahasa Jepang, harapan saya kalian bisa lebih semangat lagi dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan,” ungkap Ustadzah Hida bangga.
“Semoga pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya untuk terus berani berekspresi, berinovasi, dan menorehkan prestasi di berbagai bidang,” tutupnya. (Ela)


