MUDIPAT.CO – Ustadz Edy Susanto MPd, Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya atau Mudipat memberikan pengarahan kepada seluruh guru dan karyawan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium TMB pada Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam arahannya, kepala sekolah menegaskan bahwa tugas guru saat ini bukan sekadar mentransfer pengetahuan. Guru dituntut untuk memahami gaya belajar siswa dan menyesuaikannya dengan gaya mengajar yang dimiliki. “Kita mengajar bukan transfer knowledge, tapi mengetahui gaya belajar murid. Dan gaya mengajar guru harus bertemu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa metode pembelajaran di Mudipat tidak lagi berpusat pada ceramah. Sekolah telah beralih ke pendekatan yang lebih aktif dan kontekstual. “Kita bukan lagi ceramah, tapi problem based learning dan project based learning,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan cara berpikir siswa. Guru diminta untuk tidak hanya fokus pada gawai saat mengajar. “Guru dalam mengajar jangan HP-an saja. Harus mampu olah pikir, olah hati, olah rasa,” pesannya.
Menurutnya, guru yang hebat adalah guru yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa yang tinggi. Selain itu, guru juga harus mampu membangun nalar kritis peserta didik dalam setiap proses pembelajaran di kelas.
Ia menutup pengarahan dengan mengaitkan hal tersebut pada tujuan besar pendidikan. Kemampuan menstimulus rasa ingin tahu dan membangun nalar kritis merupakan bagian dari 8 profil lulusan yang menjadi arah pendidikan di Mudipat. Dengan demikian, guru diharapkan menjadi fasilitator yang mengantarkan siswa menjadi pembelajar yang mandiri dan berpikir kritis. (Mul)


