Sunday, April 26, 2026
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYIni Strategi Langit dari Abah Sholihin: Menjemput Mahkota Kemuliaan Lailatul Qadar

Ini Strategi Langit dari Abah Sholihin: Menjemput Mahkota Kemuliaan Lailatul Qadar

MUDIPAT.CO – Suasana religius yang dipadukan dengan kreativitas seni dari ustad-ustadzah terpancar nyata dalam acara live streaming di kanal YouTube MUDIPAT TV, Senin (9/3/2026).

Acara berlangsung di Auditorium Prof Dim Syamsudin TMB Lantai 4 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), kegiatan ini menghadirkan Tausiyah Ramadhan yang mendalam bersama narasumber utama, Dr. KH. Muhammad Sholihin, S.Ag., MPSDM (Wakil Ketua PWM Jawa Timur).

Mengusung tema “Meraih Kemuliaan Malam Lailatul Qadar”, Ustad Sholihin membedah rahasia di balik malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut di hadapan keluarga besar sekolah dan pemirsa daring.

Dalam tausiyahnya, Abah Sholihin merujuk pada Surat Al-Qadar ayat 1-5. Beliau menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa.

“Allah menurunkan kemuliaan di malam ini. Jika kita beribadah di dalamnya, nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan 83 tahun lebih. Inilah kesempatan emas bagi setiap mukmin,” jelasnya.

Namun, beliau mengingatkan bahwa Lailatul Qadar bukanlah hadiah undian yang jatuh secara acak, “ia adalah balasan bagi jiwa yang telah tertata, hati yang bersih dari benci, dan hamba yang istiqamah sejak awal ramadhan hingga garis finish.”

Agar semangat ibadah tidak “kendor” saat mendekati akhir bulan suci, ustad Sholihin membagikan Tips Istiqamah yang harus dijaga oleh setiap Muslim:

  1. Menjaga Keimanan : Terus memperbarui keyakinan di dalam hati bahwa setiap amal akan Allah balas dengan pahala melimpah.
  2. Menjaga Ketakwaan : Berusaha sekuat tenaga untuk taat pada perintah Allah dan memiliki rasa takut untuk melanggar larangan-Nya.
  3. Menjaga Amal Saleh : Konsisten melakukan kebaikan, meski kecil tapi dilakukan secara terus-menerus.

Abah Sholihin juga membagikan panduan praktis berdasarkan hadis Rasulullah SAW mengenai cara mencari malam mulia ini:

  • Malam-Malam Ganjil : Berdasarkan beberapa hadis, kemungkinan besar jatuh pada malam 21, 23, 25, 27, atau 29.
  • Jangan “Kendor” : Beliau menyarankan agar kita tidak hanya terpaku memilih malam ganjil saja, “justru di sepuluh hari terakhir, grafik ibadah harus mencapai puncaknya. Jangan sampai energi kita habis atau ‘loyo’ karena terlalu sibuk dengan persiapan Idulfitri,” tegas beliau.
  • Amalan Prioritas : Ikhtiar utama dilakukan melalui Qiyamul Lail (salat malam), iktikaf, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, zikir, istigfar, hingga waktu fajar. Doa utama yang dianjurkan adalah : Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.

Menjawab tantangan bagi mereka yang tetap harus bekerja di sepuluh hari terakhir, ustad Sholihin memberikan pesan yang menyejukkan. Beliau menegaskan bahwa bekerja dengan jujur, disiplin, dan amanah untuk mencari nafkah juga merupakan bagian dari ibadah.

“Yang terpenting adalah Skala Prioritas. Jika kita punya niat yang kuat untuk Qiyamul Lail, insyaAllah akan dimudahkan waktunya. Manfaatkan waktu luang di sela pekerjaan untuk beristigfar atau membaca Al-Qur’an. Kualitas ibadah tidak ditentukan oleh durasi semata, tapi oleh keikhlasan hati,” tambahnya.

Menanggapi fenomena anak muda yang sering terjebak dalam kegiatan tidak produktif di malam-malam terakhir Ramadan, ustad Sholihin berpesan agar hal tersebut dihindari. Beliau mengajak para siswa untuk lebih fokus mengaji dan memperbaiki diri daripada sekadar ikut-ikutan keramaian yang sia-sia.

Acara semakin semarak dengan penampilan Four-T Band. Grup musik yang digawangi para ustad dan ustadzah ini membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Lewat lagu-lagu religi modern, mereka berhasil menghidupkan suasana di TMB Lantai 4, menjadikan pesan-pesan agama terasa lebih dekat dengan hati generasi muda.

Kombinasi antara tausiyah dari ustad Sholihin dan energi positif dari Four-T Band menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbenah diri demi meraih mahkota kemuliaan di penghujung Ramadhan. (Natasya/Mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular