Tuesday, June 25, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYTamu dari Pamekasan: Jujur Saya Terpesona pada SD Muhammadiyah 4 Surabaya Ini

Tamu dari Pamekasan: Jujur Saya Terpesona pada SD Muhammadiyah 4 Surabaya Ini

MUDIPAT.CO – “Sekolah ini (SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya/Mudipat) kok bisa maju, bagaimana sekolah ini membangun sistem Ustadz? karena di tengah persaingan ketat di kota besar, sekolah ini tetap maju?”

Demikian pertanyaan Viky Firmasnyah SPd SD, salah satu tamu rombongan 60 guru dari Kelompok Kerga Guru (KKG) gugus 8 Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan-Madura, saat studi tiru di SD Mudipat, Selasa (11/6/2024).

Lalu Kepala SD Mudipat Edy Susanto menjawab, Mudipat menerapkan sistem dipikir bareng, dilakoni bareng, dan dirasakno bareng. Artinya apapun program di sekolah dipikir bersama, dilakukan bersama, dan hasilnya dinikmati bersama-sama.

“Kemajuan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya karena kebersamaan dan kekompakan. Kami bermusyawarah dalam setiap hal,” jelas Edy.

Yang kedua, lanjut Edy, Mudipat menerapkan by system bukan by sinten (siapa). Jadi guru dan karyawan Mudipat sudah patuh sistem. Kepala sekolah tinggal mengontrol dan mengarahkan.

“Jadi saya waktu ke Jepang 9 hari, juga waktu umrah 9 hari, ya sekolah tetap berjalan dengan baik. karena semua berjalan sesuai sistem,” terang suami Siti Rahmah SPd yang asli Pamekasan.

Penanya berikutnya, Elly Indriyani MSi sebelum melemparkan pertanyaan mengungkapkan kekagumannya kepada Mudipat. Dia mengaku agak kaget karena Mudipat menerapkan kurikulum banyak sekali.

“Jujur saya terpesona pada SD Muhammadiyah 4 Surabaya ini. Rasanya tidak mungkin anak saya bisa bersekolah di sini,” sanjungnya.

Elly lalu menanyakan, ada berapa kurikulum di Mudipat dan bagaimana Mudipat menerapkan kurikulum yang begitu banyak itu.

Edy menjawab, kurikulum Mudipat ada 7. semua diterapkan dengan dasar koordinasi, komunikasi, dan kekompakan. Kurikulumnya yaitu, Kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, K-13, Kurikulum Merdeka, Kurikulum Arek Suroboyo, Kurikulum Sekolah Ramah Anak, Kurikulum Cambridge International Program, dan Kurikulum Sekolah Sirkular.

“Semua kami jalankan dengan kekompakan dan penuh tanggungjawab,” jelas Edy. (mul)

RELATED ARTICLES

Most Popular