Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYBegini Asyiknya Belajar Cinta Lingkungan dan Entrepeneur dari Profesional

Begini Asyiknya Belajar Cinta Lingkungan dan Entrepeneur dari Profesional

MUDIPAT.CO – Tampak beberapa wali murid berseragam dinas masuk ke kelas-kelas SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Rabu (31/12/2024) pagi. Tampak bapak tentara masuk ke kelas 1-G. Beliau adalah Letkol Laut (P) Agung Susetio, B.Eng, M.Eng.

Ayah dari siswa Keijirou Umair ini ditemani istrinya yang seorang dokter hadir untuk mengajar di kelas. Bu dokter mengajak siswa kelas 1-G menjaga lingkungan. Ia menjelaskan macam-macam sampah. Organik dan anorganik. Botol, plastik, dan kantong kresek termasuk anorganik.

Siswa juga diajak praktik memilah sampah. Antara sampah anorganik dan organik. Sampah tersebut nantinya dapat didaur ulang. Ia juga menjelaskan alur menabung ke bank sampah. “Hasilnya bisa dibuat uang jajan lo,” ucapnya. “Wah mauu,” teriak siswa.

Di 1-H Serunya Mewarnai
Bunda Putri Desi Wulan Sari, dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya, ini mengajak siswa kelas 1-H mewarna kaim sponbon untuk tas belanja anak-anak. “Agar anak-anak belajar menerapkan hidup ramah lingkungan sejak dini,” ungkap orang tua dari Hisyam Aktam ini.

“Find and search the trash. Can you mention a lot of trash here?” begitulah pertanyaan wali murid 1-H saat menampilkan slide bergambar hutan. “Plastic, bottle, paper, leaves,” jawab para siswa.

Di 2-E Ajarkan Wirausaha
Sedangkan guest teacher kelas 2-E merupakan pengusaha kuliner. Bapak Sigit Hendrawan ini bercerita usahanya dari yang kecil hingga berkembang seperti saat ini. Bebek Pak Joss dan Grill Bul, contohnya.

Selain menginspirasi siswa untuk semangat berwirausaha, kegiatan tersebut juga bertabur doorprize. Ice breaking bersama Kak Tio membuat suasana kelas makin seru. “Iiihh lucuu,” ungkap siswi 2-E.

Di 2-D Ada Pak Budi
Sementara kelas 2-D menghadirkan wali murid pengusaha kayu. Bapak Budi Siswanto menunjukkan video kayu dalam kontainer. “Ini ada pesanan dari Korea Selatan,” ungkapnya. Anak-anak diajak memegang kayu dan membangun beberapa bagian dengan kayu.

Ayah dari Reksa Mandala Putra Siswanto ini menunjukkan proses pemotongan kayu dimulai dari kayu gelondongan. Setelah dipotong-potong akan menjadi beberapa bagian. Juga ada sisa kayu kecil-kecil.

Pak Budi tak lupa menasihati jika siswa 2-D mau jadi orang sukses harus rajin belajar. Bukan hanya itu, tapi juga rajin ibadah. “Karena yang menentukan rizki adalah Allah,” tambahnya. (Erfin)

RELATED ARTICLES

Most Popular