Monday, May 20, 2024
spot_imgspot_img
HomeMUDIPAT TODAYLiterasi bukan hanya Membaca dan Menulis Loh, Ini Kata Pakar....

Literasi bukan hanya Membaca dan Menulis Loh, Ini Kata Pakar….

MUDIPAT.CO – Membangun budaya literasi, khususnya baca- tulis di lingkungan sekolah tentu harus dengan sistem. Sistem ini harus terprogram serta didukung dan dilaksanakan oleh semua komponen warga sekolah. Alasan inilah yang mendasari SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Literasi dengan menggadeng Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Jumat (20/10/2023).

Pelatihan dengan tema Pelatihan Literasi Bahasa Indonesia ini bertempat di TMB Lantai 4 gedung sekolah. Dengan pemateri Ibu Adista Nur Primantari, SS, M.A., Tim KKLP Literasi Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Selama tiga jam Semua guru SD Mudipat menyimak penjelasan apa itu literasi, miskonsepsi literasi, peran literasi, dampak literasi, strategi literasi, kalimat efektif, dan masih banyak lagi.

Bu Adista menjelaskan materi dengan langsung berinteraksi dengan peserta pelatihan. Pada awal pelatihan ia menjelaskan literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis. “Nah, ini konsep yang salah,” ujarnya. Menurutnya literasi juga mencakup kemampuan membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan juga mempresentasikan. Literasi juga bukan hanya terkait teks tulis saja, tapi teks multimoda, bisa gambar, poster, flyer dan lain-lain.

“Siswa mampu berpikir tentang teks tersebut, menggunakan informasi dan makna teks tersebut dalam kehidupanya. Itu yang penting,” jelasnya.

Pelatihan ini berlangsung santai namun serius. Bu Adista juga tak segan memberi hadiah buku bagi siapa yang bertanya maupun memberi umpan balik pada apa yang ia sampaikan. Peserta juga langsung diajak partik untuk membetulkan contoh kalimat-kalimat yang ambigu. Seperti pada kalimat, ‘Karena sobek di ketiaknya, Dian mengambil baju lain.’

Peserta pun saling berebut untuk bisa membetulkan kalimat tersebut. Tak ayal ruang pelatihan pun jadi semakin ramai manakala ada peserta yang kurang betul dalam menjawab. ‘Dian mengambil baju lain, Karena sobek di ketiaknya,’ jawab salah satu peserta. ‘Ha, ketiaknya sobek?’ ujar peserta lain menimpali. Peserta lainnya pun menjadi tertawa.

Akhirnya kalimat tersebut bisa terjawab oleh Ustadzah Aliyatuz Zakiyah, ‘Dian mengambil baju lain, karena bajunya sobek di bagian ketiaknya.’

Bu Adista pun menjelaskan kalimat setidaknya terdiri dari subjek, predikat. Ia juga menberi contoh beberapa kata yang tidak diperbolehkan dletakkan di awal kalimat. Seperti kata, karena, yang, dan, yaitu, dan masih banyak lagi. (Muhimmatul Azizah)

RELATED ARTICLES

Most Popular